Kamis, September 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Menkes: Hepatitis Akut Misterius tidak Semenular yang Dibayangkan Banyak Orang

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (11/05/2022) - 18:41 WIB
in NASIONAL
0
Perkembangan kondisi penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia sudah jauh membaik sehingga pemerintah memutuskan untuk melakukan pelonggaran sejumlah aktivitas masyarakat dan bersiap untuk masa transisi dari pandemi ke endemi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam masa transisi tersebut.

Penularan hepatitis akut melalui saluran cerna lewat makanan.

 JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyebaran hepatitis akut tidak seperti penyakit-penyakit yang mengakibatkan pandemi. Budi mengatakan, koordinasi Kemenkes dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Inggris maupun Amerika Serikat, hepatitis akut ini tidak menyebabkan klasterisasi.


“Kita sudah ngomong dengan CDC Amerika, kita sudah ngomong dengan CDC Inggris, klasterisasi itu tidak terjadi. Itu nomor satu. Jadi ini tidak semenular yang dibayangkan banyak orang,” ujar Menkes saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (11/5/2022).


Menkes mengatakan, yang terpenting saat ini adalah mempersiapkan protokol untuk surveilans kasus hepatitis akut di Indonesia. Khususnya, untuk mencegah penambahan maupun penularan kasus hepatitis akut.


Menurutnya, penularan hepatitis akut ini melalui saluran cerna lewat makanan. Karena itu, penting untuk menjaga kebersihan tangan maupun makanan yang akan dimakan.


“Jadi yang penting cuci tangan yang rajin saja sebelum masuk makanannya. Lalu makanannya kalau bisa dimasak dengan baik. Dua itu saja, khususnya untuk anak-anak ya,” katanya.


Selain itu, protokol untuk surveilans yang disiapkan adalah memastikan kapan seseorang harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan. Menurutnya, ciri-ciri hepatitis akut ditandai dengan tingginya kadar SGOT maupun SGPT yang menandai gangguan fungsi hati.


“Kalau sudah di atas 100, karena normalnya 30, itu yg harus benar-benar dirujuk ke faskes. Nah, kalau sudah di atas 500, itu harus dimasukin ke faskes rujukan yg memang sudah kita latih untuk itu,” ujarnya.


Budi Gunadi juga mengatakan, penyebab hepatitis akut masih dicari penyebabnya dan belum tentu disebabkan oleh adenovirus. Sehingga masih dicari apakah penyebabnya dari virus atau karena kombinasi kombinasi kesehatan lingkungan.


Namun demikian, ia memastikan penularannya jauh lebih rendah dibandingkan penyakit lain seperti cacar, kolera bahkan TBC.


“Supaya jangan kemudian terlalu berlebihan juga dan sampai sekarang seperti yang saya bilang tadi, belum terbukti penularannya disebabkan oleh virus, even Inggris, Amerika lagi mencari karena banyak juga yang terkena tidak ada virusnya,” ujarnya.


 


 

Sumber: Republika

Tags: Budi Gunadi Sadikinhepatitis akuthepatitis akut misteriushepatitis misteriusMenkes
ShareTweetPin
Previous Post

Sri Lanka Kerahkah Militer untuk Pulihkan Keamanan

Next Post

AS Masih Cap Garda Revolusi Iran Sebagai Kelompok Teroris

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pendaftaran Kedokteran UIN Ar-Raniry Dibuka, UKT Rp37,5 Juta per Semester

Pendaftaran Kedokteran UIN Ar-Raniry Dibuka, UKT Rp37,5 Juta per Semester

Rabu (02/09/2026) - 21:17 WIB
Bawa 600 Liter Solar Subsidi, Dua Pria Ditangkap Polresta Banda Aceh

Bawa 600 Liter Solar Subsidi, Dua Pria Ditangkap Polresta Banda Aceh

Rabu (02/09/2026) - 21:00 WIB
Kapal Pesiar Kembali Singgahi Sabang, Kali Ini Bawa 477 Penumpang

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 11,16 Persen pada Juli 2026

Rabu (02/09/2026) - 20:50 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Impor Aceh Melonjak 214,46 Persen pada Juli 2026, AS Jadi Negara Asal Terbesar

Rabu (02/09/2026) - 20:46 WIB
Ekspor Aceh Juli 2026 Capai 84,04 Juta USD, Naik 36,97 Persen Secara Tahunan

Ekspor Aceh Juli 2026 Capai 84,04 Juta USD, Naik 36,97 Persen Secara Tahunan

Rabu (02/09/2026) - 20:41 WIB
Mitigasi Bird Strike untuk Keselamatan Penerbangan

Penumpang Pesawat Domestik di Bandara SIM Naik 1,36 Persen pada Juli 2026

Rabu (02/09/2026) - 20:37 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.