Banda Aceh – Nilai ekspor asal Provinsi Aceh pada Juli 2026 mencapai 84,04 juta dolar Amerika Serikat (USD). Angka tersebut mengalami penurunan 1,49 persen dibandingkan nilai ekspor pada Juni 2026 yang mencapai 85,31 juta USD.
Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Aceh pada Juli 2026 mengalami kenaikan sebesar 36,97 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria, dalam penyampaian perkembangan ekspor dan impor Aceh, Selasa (1/9/2026).
“Nilai ekspor asal Provinsi Aceh pada bulan Juli 2026 mencapai 84,04 juta USD. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,49 persen dibandingkan ekspor bulan Juni 2026,” kata Agus.
Meski mengalami penurunan secara bulanan, Agus menyebutkan nilai tersebut meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan Juli 2025.
“Jika dibandingkan dengan kondisi bulan Juli 2025, nilai ekspor Aceh mengalami kenaikan sebesar 36,97 persen,” ujarnya.
Berdasarkan asal komoditas, ekspor Aceh yang dilakukan melalui pelabuhan di Provinsi Aceh pada Juli 2026 tercatat sebesar 68,31 juta USD atau setara 81,29 persen dari total ekspor komoditas asal Aceh.
Sementara itu, sebesar 15,71 juta USD komoditas asal Aceh diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain. Ekspor melalui luar Aceh tersebut didominasi melalui pelabuhan di Provinsi Sumatera Utara.
Dari sisi negara tujuan, India menjadi negara dengan nilai ekspor asal Aceh terbesar pada Juli 2026, yakni mencapai 63,05 juta USD. Komoditas yang diekspor ke negara tersebut antara lain batu bara, crude palm oil (CPO), serta berbagai produk kimia.
Posisi kedua ditempati Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 10,18 juta USD. Komoditas utama yang diekspor ke negara tersebut berupa kopi dan rempah-rempah.
Selanjutnya, Thailand berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor sebesar 3,13 juta USD. Komoditas yang diekspor ke Thailand meliputi batu bara, daging dan ikan olahan, serta kopi dan rempah-rempah.
Sementara itu, berdasarkan jenis komoditas, batu bara menjadi komoditas ekspor terbesar Aceh pada Juli 2026. Nilainya mencapai 53,18 juta USD atau setara 63,29 persen dari total nilai ekspor Aceh.
“Komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Juli 2026 adalah batu bara, senilai 53,18 juta USD atau sebesar 63,29 persen dari total nilai ekspor,” kata Agus.
Selain batu bara, komoditas ekspor utama Aceh lainnya adalah lemak dan minyak hewan/nabati, termasuk CPO, serta kopi dan rempah-rempah.[]








