Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

AS Masih Cap Garda Revolusi Iran Sebagai Kelompok Teroris

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (11/05/2022) - 18:50 WIB
in INTERNASIONAL
0
Anggota Garda Revolusi Iran berdiri di depan rudal Shahab-3 yang ditampilkan selama demonstrasi tahunan tahunan Al-Quds, atau Yerusalem, di Teheran, Iran, Jumat, 29 April 2022. Iran tidak mengakui Israel dan mendukung Hamas dan Hizbullah, kelompok militan yang menentangnya.

Teheran menuntut Washington mencabut status ‘teroris’ pada pasukan revolusinya.

 WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat (AS) masih menganggap Korps Garda Revolusi Iran sebagai kelompok teroris. Teheran diketahui telah menuntut Washington mencabut status ‘teroris’ pada pasukan revolusinya sebagai bagian dari proses pemulihan kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).


“Anda telah mendengar dari Menteri (Luar Negeri AS Antony Blinken) bahwa Garda Revolusi Iran telah melakukan serangan teroris. Jelas, kami prihatin dengan ancaman yang ditimbulkan Garda Revolusi Iran,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Ned Price dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya, Selasa (10/5/2022).


Price menjelaskan, langkah-langkah yang sudah diambil Deplu AS membuktikan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden bekerja untuk melawan ancaman Korps Garda Revolusi Iran. “Dari 107 sanksi yang dijatuhkan pemerintahan ini kepada Iran sejak Januari 2021, hingga saat ini, 86 di antaranya dikenakan pada Korps Garda Revolusi Iran atau afiliasinya,” ucapnya.


“Kami bekerja erat, menggunakan otoritas kami sendiri, juga dengan mitra di kawasan, untuk melawan Garda Revolusi Iran dan ancaman yang berpotensi ditimbulkannya terhadap personel kami serta mitra kami di kawasan juga,” kata Price menambahkan.


Kendati demikian, Price mengungkapkan, AS masih berharap mencapai kesepakatan dengan Iran untuk menghidupkan kembali JCPOA. Meski pembicaraan telah terhenti selama berminggu-minggu, Washington tetap menganggap pemulihan JCPOA sebagai kepentingan terbaiknya.


“Pada Mei 2022, kami terus percaya bahwa jika pembatasan yang diberlakukan oleh kesepakatan nuklir diberlakukan kembali pada Iran, program nuklir Iran akan dimasukkan kembali ke dalam kotak, waktu terobosan yang sekarang bertahan selama berminggu-minggu akan diperpanjang secara signifikan,” kata Price.


Dia menekankan, memulihkan JCPOA adalah salah satu cara mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. AS sudah mendiskusikan rencana alternatif dengan para mitra dan sekutunya jika tidak ada kesepakatan tercapai. “Tidak pernah pasti, tidak pernah jelas bagi kami apakah kami dapat mencapai pengembalian bersama untuk kepatuhan, jadi kami selalu terlibat dalam perencanaan kontingensi dengan mitra kami,” ucap Price.


JCPOA terancam bubar setelah mantan presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari kesepakatan tersebut pada November 2018. Trump berpandangan JCPOA “cacat” karena tak turut mengatur tentang program rudal balistik dan peran Iran di kawasan. Trump kemudian memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Teheran. Sejak saat itu Iran tak mematuhi ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam JCPOA, termasuk perihal pengayaan uranium. 

Sumber: Republika

Tags: garda revolusi iraniranjcpoajoe bidenkelompok teroriskesepakatan nuklirkesepakatan nuklir irannuklirpresiden joe bidenteheran
ShareTweetPin
Previous Post

Menkes: Hepatitis Akut Misterius tidak Semenular yang Dibayangkan Banyak Orang

Next Post

Soal Status Endemi, Menkes: Kita Tidak Bisa Mutusin Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dampingi Kapolri di Pidie, Dek Fadh Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh

Dampingi Kapolri di Pidie, Dek Fadh Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh

Jumat (23/10/2026) - 20:47 WIB
Kapolri: Sindikat Narkotika Internasional Kini Sasar Indonesia sebagai Lokasi Produksi

Kapolri: Sindikat Narkotika Internasional Kini Sasar Indonesia sebagai Lokasi Produksi

Jumat (23/10/2026) - 20:40 WIB
Dua Ruko Diduga Jadi Pabrik Sabu di Pidie Digerebek Bareskrim dan BNN

Lab Narkoba di Pidie Dibongkar, 11 Orang Diamankan dalam Operasi Gabungan

Jumat (23/10/2026) - 20:34 WIB
Kapolri Ungkap Kronologi Lab Sabu Internasional di Pidie, Barang Bukti Capai 1,2 Ton

Kapolri Ungkap Kronologi Lab Sabu Internasional di Pidie, Barang Bukti Capai 1,2 Ton

Jumat (23/10/2026) - 20:31 WIB
BBPOM Aceh Bekali 70 Tenaga Kefarmasian di Bireuen tentang Pengelolaan Obat

BBPOM Aceh Bekali 70 Tenaga Kefarmasian di Bireuen tentang Pengelolaan Obat

Jumat (23/10/2026) - 17:05 WIB
KKG PAI Nagan Raya Gandeng UIN Ar-Raniry Perkuat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

KKG PAI Nagan Raya Gandeng UIN Ar-Raniry Perkuat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

Jumat (23/10/2026) - 17:00 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.