Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

ICMI Dorong Kebijakan Berbasis Sains dalam Optimalisasi Potensi Kemaritiman

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (28/04/2022) - 06:59 WIB
in NASIONAL
0
Penguatan sains dan akurasi data kunci utama memajukan ekonomi maritim Indonesia. Ilustrasi maritim Indonesia.

Penguatan sains dan akurasi data kunci utama memajukan ekonomi maritim Indonesia

 JAKARTA – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendorong kebijakan ekonomi maritim yang berdasarkan pada pendekatan sains. 


Hal ini disampaikan Ketua Umum ICMI Arif Satria dalam Webinar Ramadhan ICMI bertajuk “Reorientasi Indonesia menuju Negeri Maritim, Indonesia Emas 2045” pada Rabu (27/4/2022). “Bangsa ini bangsa yang memerlukan optimisme kepercayaan diri dan berbasis pada sains,” ujar Arif.


Arif menilai kebijakan maritim sebagai sektor strategis bangsa harus berpijak pada science based policy. Arif menyebut penguatan sains dan akurasi data menjadi kunci utama dalam memajukan ekonomi maritim Indonesia.


“Politik memang tidak bisa dihindari, cuma jangan sampai bias politik lebih dominan dari pendekatan sains. Kalau kebijakannya berbasis sains, insya Allah bisa lebih efektif dan dipertanggungjawabkan,” ucap Arif.


ICMI, lanjut Arif, sangat berharap berharap pemerintahan Jokowi yang memiliki perhatian khusus ke sektor maritim dapat terus diperkuat dengan adanya pendekatan sains dan inovasi agar bisa menjadi sektor yang maju dan berdampak besar bagi perekonomian bangsa, bukan justru sebaliknya.


“Kalau politik terlalu dominan dalam pengambilan keputusan, maka yang terjadi seringkali ketidakefektifan atau kebijakan yang kurang pas,” kata Arif.


Guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Rokhmin Dahuri, menyampaikan ekonomi maritim merupakan kegiatan ekonomi yang berlansung di wilayah pesisir dan lautan dan kegiatan ekonomi di darat yang menggunakan sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan kelautan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan manusia.


Menurut Rokhmin, Indonesia memiliki modal dasar yang lengkap dan sangat besar untuk menjadi bangsa yang maju, adil, makmur, dan berdaulat.


“Sektor kemaritiman sangat potensial meningkatkan keunggulan kompetitif bangsa dan menjadi penggerak pembangunan nasional menuju Indonesia emas 2045,” ujar Rokhmin.


Rokhmin menyebut Indonesia mempunyai pembangunan ekonomi maritim yang sangat besar yakni 1,4 triliun dolar AS per tahun dengan lapangan kerja sekitar 45 juta orang atau 30 persen total angkatan kerja.


Namun, ucap Rokhmin, potensi yang dimanfaatkan baru sekitar 15 persen total potensi hingga 2020. “Pada 2018, kontribusi ekonomi maritim bagi PDB Indonesia sekitar 10,4 persen. Negara lain dengan potensi kelautan lebih kecil sepeti Thailand, Korsel, Jepang Maladewa Norwegia, Islandia, kontribusinya sudah lebih dari 30 persen. Artinya, ruang pengembangan potensi kemaritiman masih terbuka lebar,” lanjut Rokhmin.


Rokhmin memaparkan total estimasi nilai ekonomi sektor kelautan mencapai Rp 1.348 miliar dolar AS per tahun yang berasal dari 11 sektor seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, ESDM, pariwisata bahari, transportasi laut, industri dan jasa maritim, sumber daya wilayah pulau kecil, sumber daya nonkonvensional, serta coastal forestry.


“Kita ambil contoh di bidang perikanan, Indonesia memiliki perikanan terbesar dunia, terutama perikanan budidaya sebesar 115 juta ton per tahun, tapi kita baru manfaatkan sekitar 19,5 persen,” ungkap dia.  


 

Sumber: Republika

Tags: ekonomi maritimicmiikatan cendekiawan muslim se-indonesiaindonesia kepulauan maritimkebiijakan maritim berbasis sainskebijakan maritim indonesiamaritim
ShareTweetPin
Previous Post

Ukraina akan Ganti Nama Jalan yang Berkaitan dengan Rusia

Next Post

Pengacara Sebut Tuduhan Radikal kepada Farid Okbah, Zain An Najah & Anung tak Berdasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dilantik Jadi Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr Mursyidin

Dilantik Jadi Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr Mursyidin

Senin (20/07/2026) - 15:46 WIB
Dayah Darul Quran Aceh Gelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru

Minggu (19/07/2026) - 18:25 WIB
Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Minggu (19/07/2026) - 18:18 WIB
BPMA dan Medco E&P Malaka Gelar Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

BPMA dan Medco E&P Malaka Gelar Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu (19/07/2026) - 17:44 WIB
PSAF 2026 Siap Digelar, Paya Seunara Tawarkan Pesona Alam Pegunungan Sabang

PSAF 2026 Siap Digelar, Paya Seunara Tawarkan Pesona Alam Pegunungan Sabang

Sabtu (18/07/2026) - 22:41 WIB
KPK Minta Data Hibah, Pokir DPRD dan Proyek Pengadaan dari Seluruh Bupati-Wali Kota di Aceh

KPK Minta Data Hibah, Pokir DPRD dan Proyek Pengadaan dari Seluruh Bupati-Wali Kota di Aceh

Sabtu (18/07/2026) - 20:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.