ACEH TENGAH — Pembangunan Jembatan Gantung Burni Bius di Kecamatan Silih Nara terus dikebut prajurit TNI bersama masyarakat. Hingga Kamis (21/2/2026) sore, progres pembangunan jembatan telah mencapai 51 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Prajurit dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka turun langsung ke lapangan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penting tersebut.
Jembatan gantung sepanjang 75 meter ini akan menjadi penghubung utama antara Desa Burni Bius dan Dusun Gantung Langit — akses vital yang selama ini sangat dinantikan warga.
Sebelumnya, masyarakat harus melewati jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama setelah wilayah tersebut terdampak banjir bandang dan longsor yang memutus akses penghubung antarwilayah.
Kehadiran jembatan baru diharapkan mampu, mempercepat mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat pedalaman dan memudahkan anak sekolah.
Pembangunan ini menjadi bagian nyata peran TNI dalam membantu pemerataan pembangunan di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.
Sebanyak 30 personel gabungan diterjunkan langsung ke lokasi. Mereka bekerja bahu-membahu bersama warga dalam semangat gotong royong khas pedesaan.
Pada tahap pengerjaan terbaru, prajurit TNI fokus melakukan pemasangan bantalan papan jembatan dan bantalan seling yang menjadi komponen utama penopang konstruksi. Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan pemasangan tiang besi di titik B1 guna memperkuat struktur jembatan.
Meski begitu, proses pembangunan tidak berjalan mudah. Lokasi proyek berada di wilayah dengan akses terbatas yang tidak bisa dijangkau kendaraan pengangkut material. Material bangunan harus diangkut menggunakan sepeda motor hingga titik tertentu, lalu dipikul secara manual oleh prajurit dan warga menuju lokasi pembangunan. Namun kondisi medan berat tidak menyurutkan semangat para prajurit.
Bagi masyarakat Desa Burni Bius, jembatan ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi harapan baru untuk kehidupan yang lebih mudah dan aman. Salah satu warga, Rusni (52), mengaku sangat bersyukur atas kehadiran TNI yang membantu pembangunan jembatan tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat terbantu. Selama ini kalau musim hujan kami kesulitan menyeberang. Nanti hasil kebun lebih mudah dibawa dan anak-anak juga lebih aman pergi sekolah,” ujarnya.
Antusiasme warga menjadi motivasi tambahan bagi personel TNI untuk menuntaskan pembangunan sesuai target Februari 2026.
Dengan progres yang telah menembus 51 persen, pembangunan Jembatan Gantung Burni Bius menunjukkan perkembangan signifikan. Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga jembatan dapat segera difungsikan.
Ke depan, jembatan ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka konektivitas baru bagi wilayah pedalaman Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.










