Senin, Juli 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

RI Mampu Berhenti Menggunakan Bahan Bakar Fosil pada 2045

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (17/08/2023) - 00:27 WIB
in NASIONAL
0
Mahasiswa UI mendengarkan paparan mengenai pengganti bahan bakar fosil yang disampaikan calon anggota DPD RI Petrus Tjandra.

#image_title

DEPOK – Berbagai negara tengah mencari pengganti bahan bakar fosil yang ketersediaan bahan bakunya terus berkurang, dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Menurut Calon anggota DPD RI Petrus Tjandra, Indonesia punya pengganti bahan bakar fosil, dan bisa berhenti menggunakan bahan bakar fosil pada 2045 mendatang, dengan memanfaatkan biodiesel. 


Dalam pemaparannya di acara  “Peran dan Kontribusi FMIPA UI dalam Pengembangan Riset dan Peningkatan Nilai Sawit Indonesia,” yang digelar di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu, (16/08/2023), Petrus Tjandra menjelaskan bahwa Indonesia punya industri kelapa sawit yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk biodiesel. Namun kapasitas produksi minyak sawit di Indonesia belum maksimal.  Menurutnya, mendorong kapasitas produksi hingga mencapai 100 juta ton pada 2045 bukanlah hal yang mustahil. 


“Artinya di dua ribu empat lima akan ada produksi seratus juta ton minyak sawit. Sehingga kita punya renewable energy,” ujar Petrus Tjandra. 


Di hadapan mahasiswa UI, Petrus Tjandra menyebut saat ini kapasitas produksi satu hektar lahan sawit hanya sekitar sembilan ton tandan buah segar. Padahal jika dikelola dengan maksimal, menurut CEO Agro Investama Group itu satu hektar lahan sawit bisa menghasilkan hingga 25 ton tandan buah segar. Kurang maksimalnya kapasitas produksi tersebut dikarenakan perawatan dan panen yang tidak  baik. Kata dia, petani sawit masih banyak yang menyepelekan kualitas bibit, dan masih banyak yang salah memilih waktu panen. 


“Kerap kali saat terdesak kebutuhan maka buah yang masih mentah dipotong. Padahal kadar minyaknya baru empat belas persen. Malah takut memetik saat matang karena petani khawatir busuk,” tuturnya. 


Selain itu, menurutnya penting juga dibangun fasilitas pengolahan yang jaraknya tidak jauh dari lokasi panen. Hal tersebut dapat meminimalisir terjadinya kebusukan pada sawit, saat dikirim ke lokasi pengolahan. 


“Lantas bagaimana agar sawit yang dipetik benar-benar matang dan tidak ada kekhawatiran menjadi busuk ketika dikirim dari petani ke pabrik? pabrik harus lebih dekat dengan kebun. Sehingga memangkas jarak dan efisiensi waktu,” terangnya.


Petrus Tjandra yang telah mendaftar sebagai senator DPD RI Lampung itu lebih lanjut menerangkan, bahwa penggantian bahan bakar fosil menjadi biodiesel adalah untuk kepentingan lingkungan. Oleh karena itu pengolahan sawit tidak boleh justru berdampak pada pemanasan global. Menurutnya metode metode dry heated atau pengeringan dengan udara panas dapat digunakan. Metode tersebut bisa tidak menambah emisi gas rumah kaca.


Saat ini di Indonesia terdapat sekitar enam belas juta hektar lahan sawit. Jika semua lahan sawit tersebut dikelola dengan baik sehingga per hektar dapat menghasilkan 25 ton tandan buah segar, bukan tidak mungkin target produksi sawit 100 juta ton dapat tercapai. 


“Misalnya enam juta hektar lahan sawit saat ini, dikali dua puluh lima ton tandan buah segar, dikali kadar minyak dua puluh lima persen maka tercapai seratus juta ton minyak sawit. 


Selain untuk kepentingan bahan bakar, kata dia minyak sawit juga dapat dimanfaatkan untuk menambah ketahanan pangan. Minyak sawit juga bisa digunakan untuk menggantikan kapas, membantu industri tekstil dalam negeri yang masih bergantung pada kapas impor. 


Dalam kesempatan tersebut, dia menyinggung bahwa gagasan produksi 100 juta ton sawit sudah dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Merves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah pertemuan internasional di Swiss pada Januari lalu, namun gagasan tersebut malah dikecam karena dikaitkan isu pemanasan global dan deforestasi. Padahal gagasan tersebut seharusnya disambut baik. 


“Tapi, kalau saya meyakini para peneliti muda dari Indonesia termasuk dari Universitas Indonesia ini dapat mendukung target produksi seratus juta ton minyak sawit di tahun Indonesia Emas dua ribu empat lima,tanpa deforestasi dan tambahan emisi gas rumah kaca,” tutupnya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: bahan bakar fosildewan perwakilan daerahFMIPA UIpemilu 2024petrus tjandrapilpres 2024universitas indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

BI: Pembangunan Tol Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Next Post

Tingkatkan Kualitas SDM, PAN Komitmen Didik Generasi Muda Jadi Pemimpin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

Jumat (24/07/2026) - 22:42 WIB
Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Jumat (24/07/2026) - 22:38 WIB
Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Jumat (24/07/2026) - 16:44 WIB
Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Jumat (24/07/2026) - 15:53 WIB
Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Jumat (24/07/2026) - 15:51 WIB
Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Jumat (24/07/2026) - 15:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.