Semarang — Kontingen Aceh berhasil menembus posisi empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), khususnya Komisi VII yang membidangi antara lain urusan agama, pendidikan dan kebudayaan.
Dua anggota Komisi VII DPR Aceh, yakni Wakil Ketua Komisi VII Romi Syah Putra, dan Anggota Komisi VII Usman IA, hadir langsung di Semarang untuk memberikan dukungan kepada kafilah Aceh sekaligus menyaksikan perjuangan para peserta di sejumlah cabang yang diperlombakan.
Dalam MTQ Nasional XXXI 2026 tersebut, Kalimantan Timur berhasil keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan poin tertinggi dari berbagai cabang perlombaan.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, Romi Syah Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah, pelatih dan official yang telah berjuang membawa nama Aceh di tingkat nasional.
Menurutnya, posisi empat besar merupakan capaian yang patut diapresiasi karena diraih melalui proses pembinaan, latihan dan persiapan yang panjang.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan seluruh kafilah Aceh. Mereka telah tampil maksimal dan membawa nama Aceh dengan penuh kebanggaan di tingkat nasional. Peringkat empat besar ini menunjukkan bahwa pembinaan Al-Quran di Aceh terus berjalan dan mampu bersaing dengan provinsi-provinsi terbaik lainnya,” ujar Romi.
Ia mengatakan, kehadiran anggota Komisi VII DPR Aceh di arena MTQ Nasional bukan hanya untuk memberikan dukungan moral, tetapi juga melihat secara langsung proses dan dinamika pembinaan kafilah Aceh.
Romi berharap capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan pembinaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Ke depan, kita perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh proses pembinaan, mulai dari seleksi, pelatihan, pemusatan latihan hingga pendampingan peserta. Apa yang sudah baik harus dipertahankan, sedangkan kekurangan harus kita perbaiki bersama,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Aceh, Usman IA, S.P., menilai prestasi kafilah Aceh di MTQ Nasional XXXI merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
Ia memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah tampil dengan penuh semangat, termasuk para pelatih, official, LPTQ Aceh, Dinas Syariat Islam Aceh serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan.
“Prestasi ini tentu tidak lahir secara tiba-tiba. Ada proses panjang, kerja keras para peserta, pelatih dan official, serta dukungan pemerintah dan masyarakat Aceh. Karena itu, semua pihak patut kita apresiasi,” ujar Usman.
Menurut Usman, capaian empat besar nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani di Aceh.
Ia berharap pemerintah Aceh bersama lembaga terkait dapat terus memberikan perhatian terhadap pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah dan peserta berbagai cabang MTQ lainnya.
“Jangan sampai pembinaan berhenti setelah MTQ selesai. Justru setelah ini kita harus mempersiapkan generasi berikutnya. Anak-anak Aceh yang memiliki potensi harus dibina sejak dini dan diberikan ruang untuk berkembang sehingga prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.
Usman juga menegaskan, DPR Aceh, khususnya Komisi VII, akan terus mendorong kebijakan yang mendukung penguatan pembinaan keagamaan, pendidikan dan generasi Qurani di Aceh.
“Ini menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama. DPR Aceh akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangan, termasuk dalam aspek kebijakan dan penganggaran, agar pembinaan Al-Quran di Aceh semakin baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Romi dan Usman juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberikan doa dan dukungan kepada kafilah Aceh selama mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang.
Keduanya berharap prestasi empat besar nasional tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi dan memperkuat strategi pembinaan menghadapi MTQ Nasional berikutnya.
“Terima kasih kepada seluruh kafilah yang telah berjuang. Terima kasih juga kepada pelatih, official, LPTQ Aceh, Dinas Syariat Islam Aceh dan seluruh masyarakat Aceh. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus melahirkan generasi Aceh yang unggul dalam bidang Al-Quran,” pungkasnya.[]








