Aceh Utara – Manuver Asprov PSSI Aceh yang berencana menggelar Kongres mendapat perlawanan. Klub legendaris Aceh, Persip Pase, secara tegas menyatakan akan menolak Kongres PSSI Aceh yang di jadwalkan berlangsung tanggal 3 Oktober nanti.
Presiden Klub Persip Pase Ade Zulfhadli menilai, kepemimpinan Nazir Adam yang telah menjabat selama dua periode telah banyak melakukan penyimpangan organisasi yang membuat sepakbola Aceh jalan di tempat.
“Bagaimana mau kongres? Ketua sekarang sudah dua periode dan banyak penyimpangan. Kami minta PSSI Pusat turun tangan. Jika tidak ada rekomendasi untuk pelaksanaan kongres, kami Persip Pase menolak kongres. Itu kongres cacat hukum,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, ada beberapa poin penyimpangan yang menjadi dasar penolakan, pertama, masa jabatan Ketua Asprov sudah habis dua periode dan harus diganti. Kedua, ompetisi Askab/Askot dan pembinaan usia dini tidak berjalan
Selanjutnya, administrasi organisasi tidak transparan. Keempat, aspirasi klub-klub di Aceh tidak pernah didengar, dan kelima menunjuk Plt Askab/Askot tidak sesuai dengan Statuta.
Persip Pase meminta KONI Aceh juga ikut bersuara agar PSSI Pusat segera menghentikan semua proses pelaksanaan Kongres dan meminta Kepada Ketua PSSI Pusat untuk menunjuk PLT yang nanti menindak lanjuti proses Kongres sesuai statuta dan peraturan organisasi.
“Kami cinta sepakbola Aceh. Jangan korbankan sepakbola Aceh hanya karena ingin mempertahankan jabatan. Kami tunggu rekomendasi PSSI Pusat. Jika tidak ada, kami bersama klub-klub lain akan boikot kongres,” tambahnya.
Sikap Persip Pase ini juga mendapat dukungan oleh beberapa Askab dan klub anggota Asprov PSSI Aceh lainnya yang sudah muak dengan kondisi saat ini.
Proses Kongres sendiri telah berjalan sampai ketahap selesai verifikasi calon, hal ini ini juga terjadi setelah protes keras dan audiensi dari sejumlah tokoh sepakbola Aceh ke KONI Aceh akhir bulan lalu.[]








