Blangpidie — Keterbatasan akses dan belum optimalnya pengembangan potensi kawasan pesisir mendorong sejumlah anak muda di Aceh Barat Daya membangun ruang literasi dan kreativitas melalui Rumbuk Pesisir.
Gerakan ini mempertemukan pemuda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan “Menyemai Inspirasi dari Sudut Pesisir Abdya” di Pantai Lama Muda, Kecamatan Kuala Batee, 19–20 September 2026.
Kegiatan ini mempertemukan pemuda, pelajar, mahasiswa, masyarakat dan pemerintah desa untuk membahas potensi sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi kawasan pesisir, khususnya terkait akses, pengembangan ekonomi kreatif dan potensi wisata.
Founder Rumbuk Pesisir, Ilham Azhari, mengatakan kegiatan tersebut dihadirkan sebagai ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk menyampaikan gagasan sekaligus mengembangkan karya secara terbuka dan bertanggung jawab.
“Wadah ini kita bangun sebagai ruang ekspresi karya berbasis kelas bebas, namun tetap dalam koridor norma dan visi perubahan yang jelas,” ujar Ilham.
Ketua Pelaksana, Reza Fadhlian, mengatakan salah satu gagasan yang didorong melalui kegiatan tersebut adalah pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kawasan pesisir Abdya memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan masyarakat serta dukungan infrastruktur yang memadai.
“Kami berharap ini menjadi pemantik terobosan sub-sektor ekonomi kreatif. Harapannya, pesisir Abdya punya daya tarik wisata mandiri yang tertata, tidak sekadar mengandalkan romantisme sejarah,” tutur Reza.
Selain diskusi dan ruang kreativitas, peserta juga menyampaikan aspirasi melalui Pohon Harapan. Instalasi tersebut menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk menuliskan harapan serta persoalan yang mereka rasakan di wilayah pesisir.
Co-Founder Rumbuk Pesisir, Randi Alfarisyi, mengatakan aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam melihat kebutuhan masyarakat di kawasan pesisir.
“Pohon Harapan adalah medium penyerapan aspirasi riil dari kacamata generasi muda dan warga lokal yang harus dibaca penentu kebijakan,” kata Randi.
Sementara itu, Geuchik Gampong Lama Muda mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kawasan Lama Muda memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, namun masih membutuhkan dukungan akses dan infrastruktur.
Ia juga menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, termasuk akses terhadap berbagai program pemerintah yang menurutnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
“Kehadiran anak-anak muda Rumbuk Pesisir membuka mata kita bahwa kawasan terisolasi punya potensi alam luar biasa yang butuh uluran tangan negara,” ungkapnya.
Rumbuk Pesisir digagas oleh sejumlah anak muda dengan semangat “Kreativitas tanpa batas, eksekusi tepat sasaran”. Melalui kegiatan tersebut, para penggagas berharap ruang literasi, kreativitas dan kolaborasi masyarakat di kawasan pesisir Abdya dapat terus berkembang.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat partisipasi generasi muda dalam mengembangkan potensi wilayah sekaligus menyuarakan kebutuhan masyarakat pesisir kepada para pemangku kebijakan.[]








