Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui implementasi Green Zakat. Program tersebut merupakan bentuk zakat produktif yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan modal, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui Green Zakat, BSI memperkuat kapasitas masyarakat kurang mampu atau penerima manfaat zakat melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan, pendampingan intensif, peningkatan kompetensi, hingga penguatan tata kelola usaha. Upaya tersebut diarahkan agar kelompok usaha yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri.
Salah satu program Green Zakat yang tengah dikembangkan BSI adalah Kampung Usaha Gula Aren di Kabupaten Cianjur. Program ini mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan prinsip keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan potensi lokal.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, diawali dengan pembentukan dan penguatan kelompok usaha, pelatihan, serta penyediaan permodalan. Pada tahap berikutnya, BSI bersama para mitra memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, sekaligus membantu pemenuhan aspek legalitas usaha.
Selanjutnya, kelompok usaha didorong mencapai kemandirian melalui penguatan tata kelola dan legalitas sehingga mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
Program tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi ini menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal berbasis potensi daerah.
Melalui pemanfaatan potensi nira aren di Cianjur, Green Zakat BSI berhasil membangun ekosistem produksi dan pemasaran yang melibatkan petani serta produsen lokal. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa dana zakat dapat dikelola secara produktif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Program Kampung Usaha Gula Aren Cianjur kini telah melibatkan 92 penerima manfaat sebagai petani aktif binaan, dengan penjualan gula aren mencapai lebih dari Rp1,025 miliar. Program ini juga mendukung pengelolaan sekitar 49 hektare lahan aren.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program tersebut turut memperkuat keterlibatan petani lokal dan menghasilkan produk gula aren bernilai tambah yang siap bersaing di pasar.
Atas implementasi program tersebut, BSI meraih Anugerah Utama Sektor Perbankan Implementasi Zakat Hijau Kampung Usaha Gula Aren Cianjur dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dan diterima oleh Senior Vice President (SVP) ESG BSI, M. Syukron Habiby.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, mengatakan implementasi Green Zakat menjadi bagian dari peran BSI dalam memperkuat pemberdayaan sosial dan lingkungan, tidak hanya sebagai lembaga keuangan.
“Inilah yang menjadi peran BSI yang tidak hanya mitra finansial, melainkan sebagai sahabat sosial dan lingkungan melalui optimalisasi Green Zakat. Di sinilah kami hadir mengembangkan zakat untuk umat yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Bob, Selasa (11/8/2026).
Ke depan, BSI berkomitmen memperluas implementasi Green Zakat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal di berbagai daerah.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perseroan untuk memperkuat ekonomi umat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pengembangan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.[]








