Senin, September 28, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Taruna Poltekpel Malahayati Aceh Meninggal, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (28/09/2026) - 21:29 WIB
in DAERAH
0
Taruna Poltekpel Malahayati Aceh Meninggal, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

Taruna Poltekpel Malahayati Aceh Meninggal, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan. Foto: Humas Polresta Banda Aceh

Banda Aceh — Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu (27/9/2026) sore.

Mahasiswa Program Diploma III (D-III) Studi Nautika asal Kota Lhokseumawe itu sebelumnya mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan. Kondisinya kemudian memburuk setelah muncul ruam kemerahan di sekujur tubuh hingga akhirnya dirujuk ke RSUDZA.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan awal terkait meninggalnya mahasiswa tersebut.

Penyidik juga telah mendatangi lokasi kejadian di lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA.

“Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya mengalami demam dan nyeri tenggorokan, kemudian menjalani perawatan di klinik Poltekpel Malahayati Aceh sebelum dirujuk ke RSUDZA,” kata Kompol Dizha.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun polisi, korban mendatangi Poliklinik Poltekpel Malahayati Aceh pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 16.21 WIB.

Saat itu, korban yang sedang mengikuti pendidikan D-III Studi Nautika mengeluhkan demam dan nyeri tenggorokan. Dokter klinik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tanda-tanda vital korban.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah korban 131/74 mmHg, denyut nadi 104 kali per menit, dan suhu tubuh mencapai 39,7 derajat Celsius.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mendapatkan penanganan medis berupa pemasangan infus untuk membantu menurunkan demam serta pemberian obat minum untuk mengurangi nyeri,” jelas Kompol Dizha.

Namun, pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 10.17 WIB, muncul ruam kemerahan pada tubuh korban.

Menurut Kompol Dizha, pihak medis kemudian melakukan observasi. Namun, ruam kemerahan tersebut dilaporkan semakin banyak.

Sekitar pukul 12.13 WIB, korban akhirnya dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh dengan didampingi tim medis dari klinik Poltekpel Malahayati Aceh.

“Setibanya di RSUDZA, korban mendapatkan penanganan medis. Namun, pada pukul 16.14 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Dizha.

Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, polisi telah berkoordinasi dengan dokter forensik RSUDZA.

Korban telah menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum serta CT scan jenazah. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi tubuh korban, termasuk memeriksa adanya memar atau ruam kemerahan.

Namun, pemeriksaan tidak dilanjutkan dengan autopsi karena pihak keluarga tidak memberikan izin.

“Berdasarkan keterangan dokter forensik, dr. Taufik, dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” tutur Kompol Dizha.

Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik.

Menurut polisi, pihak keluarga dapat menerima penjelasan awal dari dokter forensik, tetapi tetap menunggu hasil visum et repertum dan CT scan.

Hasil visum et repertum diperkirakan baru keluar sekitar tujuh hari, sedangkan hasil CT scan diperkirakan dapat diketahui pada Senin (28/9/2026).

Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, penyelidikan akan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.

Polisi akan berkoordinasi dengan pihak RSUDZA terkait hasil pemeriksaan forensik dan CT scan jenazah. Selain itu, penyidik juga akan meminta keterangan dari pihak Poltekpel Malahayati Aceh serta sejumlah saksi yang mengetahui kondisi korban sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Penyelidikan tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia,” katanya.

Sebelumnya, korban diketahui tinggal di Asrama Cut Nyak Dhien, kamar C-201, Poltekpel Malahayati Aceh, bersama lima mahasiswa lainnya, yakni Faizan Wahid Surahman Simanjuntak, Khairul Hartanwi, Dimas Syahputra, Putra Joshua Lubis, dan Ghazi Rabbani Hibatullah Prabu.

Setelah seluruh proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Kota Lhokseumawe dan dikebumikan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan CT scan dari RSUDZA.[]

Tags: acehpolisipoltekpel malahayati acehtaruna meninggal
ShareTweetPin
Previous Post

Mengapa Muhammad Ridwan Terima Tawaran Melatih Persiraja

Next Post

Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Haji Uma Soroti Dugaan Kelalaian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Plt Sekda Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG Hadapi Ancaman Bencana

Plt Sekda Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG Hadapi Ancaman Bencana

Senin (28/09/2026) - 22:14 WIB
Haji Uma Dorong Pemerintah Aceh Segera Realisasikan Dana Rehabilitasi Rp1,6 Triliun

Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Haji Uma Soroti Dugaan Kelalaian

Senin (28/09/2026) - 21:33 WIB
Taruna Poltekpel Malahayati Aceh Meninggal, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

Taruna Poltekpel Malahayati Aceh Meninggal, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

Senin (28/09/2026) - 21:29 WIB
Mengapa Muhammad Ridwan Terima Tawaran Melatih Persiraja

Mengapa Muhammad Ridwan Terima Tawaran Melatih Persiraja

Senin (28/09/2026) - 20:52 WIB
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Praktik Restorasi Naskah di Museum Aceh

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Praktik Restorasi Naskah di Museum Aceh

Senin (28/09/2026) - 17:02 WIB
500 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP Ikuti Bintalfisdisbun di Rindam IM

500 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP Ikuti Bintalfisdisbun di Rindam IM

Senin (28/09/2026) - 16:59 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.