Minggu, April 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Pendeta Ortodoks Rusia Dikucilkan Usai Dukung Perdamaian Ukraina

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (13/08/2023) - 14:33 WIB
in INTERNASIONAL
0
Gereja Ortodoks Rusia memutuskan untuk memecat Pendeta Ioann Koval usai dia memimpin doa untuk perdamaian di Ukraina.

#image_title

ANTALYA — Berdiri di sebuah gereja Ortodoks tua di Antalya dengan Alkitab di satu tangan dan lilin di tangan lainnya, Pendeta Ioann Koval memimpin salah satu kebaktian pertamanya di Turki. Kehadirannya di tempat baru itu setelah kepemimpinan Gereja Ortodoks Rusia memutuskan untuk memecatnya usai dia memimpin doa untuk perdamaian di Ukraina.

September tahun lalu, ketika Presiden Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi sebagian pasukan cadangan, Patriark Kirill Moskow meminta para pendetanya berdoa untuk kemenangan. Berdiri di depan altar dan puluhan umatnya di salah satu gereja Moskow, Koval memutuskan untuk menempatkan perdamaian di atas perintah patriark.

“Dengan kata ‘kemenangan’, doa memperoleh makna propaganda, membentuk pemikiran yang benar di antara umat, di antara para pendeta, apa yang harus mereka pikirkan dan bagaimana mereka harus melihat permusuhan ini,” kata Koval.

“Itu bertentangan dengan hati nurani saya. Saya tidak bisa tunduk pada tekanan politik dari hierarki ini,” ujarnya.

Dalam doa yang Koval ucapkan berkali-kali, pendeta berusia 45 tahun itu hanya mengubah satu kata, mengganti “kemenangan” dengan “damai”. Namun itu cukup bagi pengadilan gereja untuk menghapus pangkat imamatnya.

Berdoa atau menyerukan perdamaian di depan umum juga menimbulkan risiko penuntutan dari pemerintah Rusia. Tidak lama setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina, anggota parlemen mengesahkan undang-undang yang memungkinkan penuntutan ribuan orang karena mendiskreditkan tentara Rusia. Ketetapan ini berlaku untuk menghukum pernyataan yang bertentangan dengan narasi resmi pemerintah, baik itu komentar jejaring sosial atau doa di gereja.

Profesor filologi di Vilnius University di Lithuania Andrey Desnitsky menyatakan, Kirill membangun hierarki yang keras di gereja yang menuntut kepatuhan total. Jika seorang imam menolak untuk membaca doa patriark, kesetiaannya dicurigai.

“Jika Anda tidak setia, maka tidak ada tempat bagi Anda di gereja,” ujar pakar senior di gereja Rusia.

Ketika perang dimulai, sebagian besar pendeta tetap diam, takut akan tekanan dari gereja dan otoritas negara. Hanya sebagian kecil yang angkat bicara.

Dari lebih dari 40 ribu pendeta di Gereja Ortodoks Rusia, hanya 300 pendeta yang menandatangani surat publik yang menyerukan perdamaian di Ukraina. Namun, menurut koordinator kelompok hak asasi manusia Christians Against War Natallia Vasilevich, setiap suara publik yang menentang perang sangat penting.

“Itu mematahkan apa yang tampaknya menjadi posisi monolitik Gereja Ortodoks Rusia,” kata Vasilevich.

Sejak awal perang, 30 pendeta Ortodoks menghadapi tekanan….

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: doa perdamaian ukrainagereja ortodoks rusiaIoann Kovalpendeta Ioann Kovalpendeta ortodoks rusia dikucilkanperdamaian ukrainaupdate perang rusia ukraina
ShareTweetPin
Previous Post

Narapidana Muslim di Rusia Dianiaya

Next Post

Prabowo: Kesepakatan Cawapres Dilakukan Melalui Musyawarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Jumat (17/04/2026) - 18:10 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.