Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Jaringan Bawah Tanah Rusia Bantu Pengungsi Ukraina

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (11/05/2022) - 21:48 WIB
in INTERNASIONAL
0
Sebuah foto selebaran yang dirilis oleh layanan pers Layanan Darurat Negara Ukraina pada 10 Mei 2022 menunjukkan petugas pemadam kebakaran memadamkan api di lokasi serangan rudal di kota pelabuhan Ukraina selatan Odesa, Ukraina, 9 Mei 2022. Menurut Ukraina pihak berwenang, satu orang tewas dan sedikitnya dua lainnya luka-luka akibat penembakan di Odesa pada 09 Mei malam. Sebuah pusat perbelanjaan dan tiga gudang terkena tembakan, layanan darurat menambahkan. Pada tanggal 24 Februari, pasukan Rusia menyerbu wilayah Ukraina memulai konflik yang telah memicu kehancuran dan krisis kemanusiaan.

Bantuan untuk warga Ukraina jadi cara orang Rusia ungkapkan kekecewaan perang.

 TBILISI — Pengungsi Ukraina yang enggan berada di bawah kekuasaan Rusia menerima bantuan dari pihak yang tidak terduga, jaringan sukarelawan Rusia. Kelompok tersebut membantu mereka yang terlantar akibat perang untuk mencapai tujuan.


Ketika Bogdan Goncharov, istri, dan putrinya yang berusia tujuh tahun melarikan diri dari penembakan di Mariupol pada pertengahan Maret, mereka berakhir di wilayah yang dikuasai Rusia di tenggara Ukraina. Takut diangkut ribuan kilometer jauhnya setelah mendengar pengungsi lain dikirim ke Siberia, Goncharov mengatakan menghubungi seorang sukarelawan Rusia yang mengatur transportasi bagi mereka melintasi Rusia ke perbatasan Estonia.


“Sungguh keajaiban kami bisa keluar. Ini berkat para sukarelawan,” kata pria berusia 26 tahun yang bekerja sebagai pembangun sebelum perang dan sekarang memulai hidup baru di Swedia.


Untuk warga Ukraina terlantar seperti Goncharov yang tidak ingin tetap berada di Rusia atau wilayah yang dikuasai Rusia, para sukarelawan memberikan saran tentang rute perjalanan serta bantuan uang, transportasi, dan akomodasi di sepanjang jalan. Menurut empat orang yang terlibat dalam aksi tersebut, banyak jaringan dijalankan oleh orang Rusia atau orang-orang asal Rusia.


Sebagian besar sukarelawan berbasis di luar negeri, ada juga beberapa warga negara Rusia yang masih berada di tanah air. Menurut tiga sukarelawan, banyak dari mereka bekerja secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari perhatian otoritas Rusia.


Tindakan tersebut merupakan salah satu cara orang Rusia biasa yang kecewa dengan kehancuran yang disebabkan oleh perang. Mereka tidak dapat mengungkapkan perasaan pada saat undang-undang secara efektif membatasi kemampuan orang-orang di Rusia untuk secara terbuka mengkritik militer.


Rusia memang tidak memiliki undang-undang yang secara khusus melarang orang membantu warga Ukraina meninggalkan negara itu. Namun, terdapat aturan terkait dengan organisasi non-pemerintah (LSM) yang memberi pemerintah kekuatan untuk menolak pendaftaran jika dianggap terlibat dalam kegiatan yang merugikan kepentingan Rusia. Hukum Rusia juga mengharuskan LSM yang menerima dana asing dan dianggap melakukan kegiatan politik untuk tunduk pada pengawasan tambahan.


“Kita semua selalu merasa bersalah,” kata Maria Belkina yang merupakan penduduk asli Rusia yang tinggal di Georgia yang menjalankan sebuah kelompok yang katanya telah membantu sekitar 300 orang Ukraina keluar dari Rusia.


Kelompok yang disebut Volunteers Tbilisi ini juga memberikan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Ukraina di Georgia. “Banyak orang dari Rusia menulis dan bertanya: ‘Dengan cara apa saya bisa membantu?'” katanya.


Tapi, kegiatan para relawan membawa risiko. Mereka yang membantu telah menghadapi denda dan penuntutan.


Seorang perempuan Rusia yang telah membantu puluhan orang Ukraina meninggalkan Rusia melalui perbatasan dengan Estonia harus menghadapi panggilan polisi untuk diinterogasi. Rekannya yang juga sukarelawan menyatakan, dia ditahan selama beberapa jam tanpa akses ke pengacara.


Meski klaim sukarelawan menolong warga Ukraina pergi dari Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan membantu warga Ukraina untuk mengungsi. Dia mengatakan pada 26 April, bahwa negaranya telah membantu hingga 140.000 orang meninggalkan Mariupol.  


“Mereka bisa pergi ke mana pun mereka mau: beberapa ingin pergi ke Rusia, beberapa ke Ukraina. Kami tidak menahan mereka. Kami memberi mereka semua bantuan dan dukungan yang mungkin,” ujar Putin.


 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: agresi rusiabantuan pengungsiinvasi rusiapengungsipengungsi ukrainaperang ukrainawarga rusia bantu pengungsi ukrainawarga ukraina
ShareTweetPin
Previous Post

Empat Tim Polisi Dikerahkan ke Lokasi Pelaku Pembunuh Janda Wiwin

Next Post

Mensos Salurkan Donasi Masyarakat untuk Anak Sakit Berat, Lebih dari Rp 500-an Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dilantik Jadi Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr Mursyidin

Dilantik Jadi Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr Mursyidin

Senin (20/07/2026) - 15:46 WIB
Dayah Darul Quran Aceh Gelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru

Minggu (19/07/2026) - 18:25 WIB
Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Minggu (19/07/2026) - 18:18 WIB
BPMA dan Medco E&P Malaka Gelar Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

BPMA dan Medco E&P Malaka Gelar Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu (19/07/2026) - 17:44 WIB
PSAF 2026 Siap Digelar, Paya Seunara Tawarkan Pesona Alam Pegunungan Sabang

PSAF 2026 Siap Digelar, Paya Seunara Tawarkan Pesona Alam Pegunungan Sabang

Sabtu (18/07/2026) - 22:41 WIB
KPK Minta Data Hibah, Pokir DPRD dan Proyek Pengadaan dari Seluruh Bupati-Wali Kota di Aceh

KPK Minta Data Hibah, Pokir DPRD dan Proyek Pengadaan dari Seluruh Bupati-Wali Kota di Aceh

Sabtu (18/07/2026) - 20:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.