Kamis, September 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Harga Bahan Bakar Sri Lanka Naik Jelang Pembicaraan dengan IMF

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (18/04/2022) - 17:03 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pengemudi becak mobil Sri Lanka mengantri untuk membeli bensin di dekat sebuah pompa bensin di Kolombo, Sri Lanka, Rabu, 13 April 2022. Perdana Menteri Sri Lanka pada hari Rabu menawarkan untuk bertemu dengan pengunjuk rasa yang menempati pintu masuk kantor presiden, mengatakan dia akan mendengarkan untuk ide-ide mereka untuk menyelesaikan tantangan ekonomi, sosial dan politik yang dihadapi negara.

Sejak awal tahun, harga bensin telah meningkat 90 persen dan solar 138 persen.

 KOLOMBO — Pengecer bahan bakar utama Sri Lanka menaikkan harga hingga 35 persen pada Senin (18/4/2022). Kenaikan ini terjadi sebelum pemerintah melakukan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.


Sri Lanka berada dalam cengkeraman krisis ekonomi terburuknya sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1948. Hal itu menyebabkan kekurangan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan esensial.


Pengecer bahan bakar yang menyumbang sepertiga dari pasar lokal, Lanka IOC mengatakan, pihaknya menaikkan harga solar sebesar 75 rupee menjadi 327 per liter. Sementara bensin meningkat sebesar 35 rupee menjadi 367 rupee (1,20 dolar AS) per liter.


Ceylon Petroleum Corporation yang dikelola negara, yang menguasai dua pertiga pasar dan memberlakukan penjatahan bahan bakar minggu lalu, tidak segera menaikkan harganya. Namun sebagian besar stasiun pompanya tidak memiliki bahan bakar.


Lanka IOC, unit lokal Indian Oil Corporation, mengatakan depresiasi tajam mata uang lokal memaksanya untuk melakukan revisi terbaru. Ini terjadi tiga pekan setelah kenaikan 20 persen. Sejak awal tahun, harga bensin telah meningkat sebesar 90 persen sementara solar  yang biasa digunakan untuk transportasi umum juga telah naik sebesar 138 persen.


“Devaluasi rupee lebih dari 60 persen selama satu bulan terakhir memaksa Lanka IOC untuk kembali menaikkan harga jual eceran yang berlaku mulai hari ini,” kata perusahaan itu seperti dilansir laman Channel News Asia, Senin.


Kenaikan oleh pengecer terjadi ketika menteri keuangan baru Sri Lanka Ali Sabry memimpin delegasi ke Washington untuk mencari pinjaman dana. Pemerintah mencari antara 3 miliar dolar AS dan 4 miliar dolar AS dari IMF untuk mengatasi krisis neraca pembayaran dan meningkatkan cadangan yang menipis.


Pekan lalu pemerintah Sri Lanka mengumumkan gagal bayar utang luar negerinya yang besar. Bursa Efek Kolombo mengumumkan perdagangan akan dihentikan selama lima hari mulai Senin di tengah kekhawatiran keruntuhan pasar.


Sri Lanka berada dalam krisis ekonomi yang mendalam diperparah oleh pandemi Covid-19 yang melanda. Ini berimbas pada pengurangan pengiriman uang pekerja asing dan melumpuhkan sektor pariwisata yang menguntungkan yang masuk dalam sumber utama dolar bagi perekonomian.


Pemerintah memberlakukan larangan impor secara luas pada Maret 2020 untuk menghemat mata uang asing. Sekarang menghadapi rekor inflasi.


 

Sumber: Republika

Tags: harga bbmharga bbm sri lankaharga bensinharga solarimfkrisis ekonomikrosos ekonomi sri lankasri lanka
ShareTweetPin
Previous Post

Rusia Luncurkan Serangan Massal Terhadap Militer Ukraina

Next Post

99,2 Persen Masyarakat Miliki Antibodi Covid-19, Menkes: Tetap Waspada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pendaftaran Kedokteran UIN Ar-Raniry Dibuka, UKT Rp37,5 Juta per Semester

Pendaftaran Kedokteran UIN Ar-Raniry Dibuka, UKT Rp37,5 Juta per Semester

Rabu (02/09/2026) - 21:17 WIB
Bawa 600 Liter Solar Subsidi, Dua Pria Ditangkap Polresta Banda Aceh

Bawa 600 Liter Solar Subsidi, Dua Pria Ditangkap Polresta Banda Aceh

Rabu (02/09/2026) - 21:00 WIB
Kapal Pesiar Kembali Singgahi Sabang, Kali Ini Bawa 477 Penumpang

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 11,16 Persen pada Juli 2026

Rabu (02/09/2026) - 20:50 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Impor Aceh Melonjak 214,46 Persen pada Juli 2026, AS Jadi Negara Asal Terbesar

Rabu (02/09/2026) - 20:46 WIB
Ekspor Aceh Juli 2026 Capai 84,04 Juta USD, Naik 36,97 Persen Secara Tahunan

Ekspor Aceh Juli 2026 Capai 84,04 Juta USD, Naik 36,97 Persen Secara Tahunan

Rabu (02/09/2026) - 20:41 WIB
Mitigasi Bird Strike untuk Keselamatan Penerbangan

Penumpang Pesawat Domestik di Bandara SIM Naik 1,36 Persen pada Juli 2026

Rabu (02/09/2026) - 20:37 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.