Jumat, November 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home PEMERINTAH ACEH

Gubernur Mualem Minta Dukungan Mentan Pulihkan Sawah-Perkebunan Aceh Pascabencana

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (04/08/2026) - 20:35 WIB
in PEMERINTAH ACEH
0
Gubernur Mualem Minta Dukungan Mentan Pulihkan Sawah-Perkebunan Aceh Pascabencana

Gubernur Mualem Minta Dukungan Mentan Pulihkan Sawah-Perkebunan Aceh Pascabencana. Foto: Humas Aceh

Jakarta – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem meminta dukungan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian dan perkebunan di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Permintaan tersebut disampaikan Mualem saat melakukan audiensi dengan Menteri Amran Sulaiman di kediaman Menteri Pertanian di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).

“Kami membutuhkan dukungan Bapak Menteri untuk pemulihan lahan pertanian di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Mualem dalam pertemuan tersebut.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan dalam audiensi itu Gubernur Mualem menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah bergerak cepat dalam membantu penanganan dampak bencana terhadap sektor pertanian Aceh.

Menurut Nurlis, Gubernur Mualem juga meminta jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan di seluruh kabupaten/kota di Aceh agar memanfaatkan bantuan pemerintah secara maksimal, sehingga pemulihan ekonomi petani dapat berlangsung lebih cepat.

“Masyarakat Aceh sangat berharap agar Menteri Amran terus mendukung pemulihan lahan dan kebun yang rusak maupun hilang akibat dampak bencana,” ujar Mualem.

Dalam pertemuan tersebut, Mualem turut menyampaikan kondisi perkebunan kopi Gayo yang mengalami kerusakan akibat bencana, terutama dampak erosi dan longsor.

“Supaya masyarakat Aceh yang terdampak bencana bisa memanfaatkan lahan pertaniannya kembali, sehingga mereka bisa mengembangkan pertumbuhan perekonomiannya,” kata Mualem.

Berdasarkan pendataan Pemerintah Aceh yang disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia kepada Gubernur Aceh, bencana hidrometeorologi berdampak terhadap sekitar 57.485 hektare lahan sawah.

Dari jumlah tersebut, proses optimalisasi lahan saat ini telah berjalan pada 40.852 hektare. Selain sektor persawahan, dampak bencana juga terjadi pada sektor perkebunan dengan luas mencapai 50.438 hektare. Adapun proses pemulihan perkebunan yang sedang berlangsung telah mencapai 10.418 hektare.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Kementerian Pertanian akan terus mengawal rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana melalui berbagai program, seperti cetak sawah kembali, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) dan benih padi gratis bagi petani.

Selain itu, Mentan juga berkomitmen melakukan rehabilitasi dan peremajaan tanaman kopi di wilayah dataran tinggi Aceh yang mengalami kerusakan akibat erosi dan longsor.

Dukungan tersebut, kata Amran, mencakup penyediaan bibit unggul, pupuk, serta pendampingan teknis untuk mengembalikan produktivitas kopi Gayo sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan Aceh.

Amran memastikan tim teknis Kementerian Pertanian akan diterjunkan langsung ke wilayah terdampak di Aceh untuk memantau proses rekonstruksi lahan secara bertahap. Sebelumnya, Menteri Amran juga telah melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah lokasi pertanian yang terdampak bencana di Aceh.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf turut didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin, Staf Khusus Gubernur Aceh T. Irsyadi, serta Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki.[]

Tags: bencana acehmentan amran sulaimanmualemPemerintah Acehsawah
ShareTweetPin
Previous Post

Arman Fauzi Dilantik Jadi Anggota KIP RI Periode 2026-2030

Next Post

Penumpang Domestik Bandara SIM Naik 31 Persen, Angkutan Laut Aceh Tembus 116 Ribu Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Kamis (05/11/2026) - 22:23 WIB
Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Kamis (05/11/2026) - 22:17 WIB
Menko Yusril Tegaskan Penyadapan Ilegal Bisa Dijerat Pidana

Menko Yusril Prihatin atas Peristiwa di Pidie, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyelidikan

Kamis (05/11/2026) - 16:04 WIB
LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Rabu (04/11/2026) - 22:52 WIB
Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Rabu (04/11/2026) - 22:13 WIB
Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Rabu (04/11/2026) - 22:03 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.