Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

FGD GeRAK Aceh Ungkap Problem Pemilu 2024: Minim Partisipasi, Politik Uang Marak

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (27/05/2025) - 23:03 WIB
in DAERAH
0
FGD GeRAK Aceh Ungkap Problem Pemilu 2024: Minim Partisipasi, Politik Uang Marak

BANDA ACEH – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Refleksi Pemilu dan Pilkada 2024 di Banda Aceh”, Selasa (27/5/2025) di D’Kupi Aceh. Diskusi ini menjadi forum evaluasi terbuka terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 di Kota Banda Aceh, yang diikuti oleh 30 peserta dari berbagai elemen, seperti perwakilan partai politik, anggota DPRK, calon legislatif non-terpilih, dan mahasiswa.

Diskusi dipandu fasilitator Rizkika Darwin dengan suasana hangat dan interaktif. Sebelumnya, FGD serupa juga digelar pada 23 Mei 2025 bersama akademisi, penyelenggara pemilu, dan organisasi masyarakat sipil.

Yusri Razali, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh, dalam pernyataannya menekankan pentingnya regulasi pemilu yang konsisten dan jelas untuk mendorong demokrasi yang sehat. Ia menggarisbawahi perbedaan mencolok antara minimnya calon kepala daerah di Aceh dengan membeludaknya calon legislatif yang bisa membingungkan pemilih tanpa edukasi yang cukup.

“Di beberapa negara seperti Australia, warga yang tidak memilih bahkan dikenai sanksi. Artinya, hak memilih juga membawa tanggung jawab,” ujar Yusri. Ia menilai penggabungan pemilu legislatif dan eksekutif bisa mendorong partisipasi, asalkan disertai pendidikan politik yang memadai.

Sementara itu, Ely Safrida dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyoroti tumpang tindih peran antara Panwaslih dan Bawaslu di Aceh. “Koordinasi sering terhambat karena masyarakat bingung siapa yang bertanggung jawab mengawasi,” ungkap Ely. Ia juga menjelaskan alur pelaporan pelanggaran, yang sering terbentur syarat saksi dan batas waktu yang ketat.

Isu politik uang kembali mencuat dalam forum. Ely menyebut praktik ini sebagai ancaman serius bagi demokrasi lokal. Ia mendorong lahirnya qanun (peraturan daerah) yang lebih tegas dan mengusulkan perpanjangan masa kampanye untuk memperluas ruang edukasi politik.

Cut Intan Afifah dari Partai Golkar Banda Aceh menyoroti minimnya ruang bagi perempuan dalam politik. Ia mengajak partai lebih transparan dalam menetapkan nomor urut calon legislatif dan mengutamakan kader perempuan. “Kemenangan bukan soal nomor urut, tapi soal dukungan nyata. Namun, kader perempuan sering tak diberi ruang yang sama,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menyoroti rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada dibandingkan Pileg. Ia mengaitkannya dengan kuatnya pengaruh “money politics” dan lemahnya regulasi. Daniel juga mengusulkan pembiayaan saksi pemilu oleh negara demi mengurangi konflik dan beban biaya calon.

“Saya menolak anggapan semua dewan tak peduli. Tapi memang, regulasi harus lebih adil. Sistem pemilu gabungan antara terbuka dan tertutup bisa menjadi jalan tengah,” ujarnya.

Diskusi ditutup dengan merangkum tiga isu utama: penyelenggaraan pemilu yang belum efisien, praktik politik uang yang merusak, dan keterbatasan hak politik perempuan. GeRAK Aceh berharap diskusi ini menjadi langkah awal menuju demokrasi yang bersih, transparan, dan inklusif di Banda Aceh.

Tags: Gerak acehpartai politikpemiluPilkada
ShareTweetPin
Previous Post

Wagub Aceh Resmikan Layanan Samsat Inovatif dan Diskon Pajak untuk Disabilitas

Next Post

Pemerintah Aceh Targetkan Sertifikasi Halal Seluruh UMKM Rampung Dua Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.