Banda Aceh – Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh telah menetapkan alur kedatangan jemaah haji Debarkasi Banda Aceh tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Alur tersebut disusun untuk memastikan proses pemulangan jemaah berlangsung tertib, aman, dan nyaman sejak tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda hingga kembali ke kabupaten/kota masing-masing.
Berdasarkan informasi yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, dikutip Lensakita.com, Rabu (10/6/2026), terdapat delapan tahapan yang akan dilalui jemaah haji setibanya di Tanah Rencong.
Tahap pertama dimulai saat pesawat yang membawa jemaah haji mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Setelah itu, pada tahap kedua, seluruh jemaah akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Banda Aceh menggunakan armada bus yang telah disiapkan panitia.
Sesampainya di asrama, jemaah memasuki Aula Penerimaan sebagai bagian dari proses penyambutan resmi. Tahapan ini menjadi langkah ketiga dalam rangkaian kedatangan jemaah.
Pada tahap keempat, petugas akan mengantar koper kabin ke dalam aula. Sementara itu, para jemaah dipersilakan duduk sesuai nomor tempat duduk yang telah ditentukan guna memudahkan proses pelayanan dan distribusi barang bawaan.
Selanjutnya, panitia akan melaksanakan acara penyambutan dan pelepasan jemaah haji sebagai bentuk penghormatan atas kepulangan para tamu Allah setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Pada tahap keenam, petugas menyerahkan kembali paspor kepada masing-masing jemaah. Penyerahan dokumen perjalanan tersebut dilakukan sebelum jemaah meninggalkan asrama.
Setelah menerima paspor, jemaah kemudian mengambil koper bagasi dan koper kabin yang telah disiapkan oleh petugas pada area pengambilan barang. Proses ini merupakan tahap ketujuh dalam alur kedatangan.
Tahap terakhir, jemaah diberangkatkan menuju kabupaten/kota asal masing-masing untuk berkumpul kembali bersama keluarga dan masyarakat di daerahnya.
Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti arahan petugas selama proses debarkasi berlangsung. Kepatuhan terhadap alur yang telah ditetapkan diharapkan dapat mempercepat pelayanan serta menjaga ketertiban dan kenyamanan seluruh jemaah yang tiba di Aceh.
Dengan penerapan alur kedatangan tersebut, proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Banda Aceh diharapkan berjalan lancar, terorganisir, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah setelah menuntaskan ibadah haji di Tanah Suci.[]










