Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,28 persen secara month-to-month (m-to-m) pada Agustus 2026 dibandingkan dengan Juli 2026.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
“Kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,82 persen dan memberikan andil sebesar 0,12 persen terhadap inflasi,” kata Agus Andria dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/9/2026).
Agus menyebutkan, sejumlah komoditas turut memengaruhi inflasi bulanan Aceh pada Agustus 2026. Komoditas tersebut di antaranya tarif air minum PAM, daging ayam ras, beras, cabai rawit, dan semen.
Sementara itu, terdapat sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan, yakni tomat, bawang merah, cabai merah, bawang putih, dan bahan bakar rumah tangga.
“Secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), pada Agustus 2026 Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 4,86 persen. Artinya, harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata sebesar 4,86 persen dibandingkan Agustus tahun lalu,” ujar Agus.
Berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi, yakni sebesar 1,71 persen.
Menurut Agus, inflasi tahunan Aceh pada Agustus 2026 terutama didorong oleh sejumlah komoditas, yakni nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, bensin, dan tomat.
Di sisi lain, beberapa komoditas memberikan pengaruh terhadap deflasi tahunan. Komoditas tersebut meliputi bawang merah, baju muslim wanita, telur ayam ras, ikan biji nangka atau ikan kuniran, serta ikan bandeng.
BPS Aceh melakukan penghitungan inflasi di lima daerah, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Pada Agustus 2026, seluruh wilayah penghitungan inflasi di Aceh mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 5,57 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,85 persen.
Sementara itu, secara month-to-month, seluruh daerah penghitungan inflasi mengalami inflasi, kecuali Kabupaten Aceh Tengah.
“Inflasi bulanan tertinggi berada di Meulaboh sebesar 0,88 persen. Sementara itu, Kabupaten Aceh Tengah mengalami deflasi sebesar 0,33 persen,” kata Agus.[]








