Minggu, September 20, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Dokumentasi Kearifan Lokal Penanggulangan Bencana Penting, Ini Alasannya

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (14/05/2022) - 00:49 WIB
in NASIONAL
0
Karyawan berlindung di bawah kursi besi dalam simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (26/4/2022). Indonesia memiliki banyak kearifan lokal terkait penanganan bencana. Ilustrasi.

Indonesia memiliki banyak kearifan lokal terkait penanganan bencana

JAKARTA – Indonesia memiliki banyak kearifan lokal terkait penanganan bencana yang belum terdokumentasi dengan baik. Perlu langkah mendokumentasikan pengetahuan itu untuk memastikan tidak hilang seiring berjalannya waktu. Demikian diungkapkan pakar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Ahli Madya dari Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana BNPB M. Robi Amri menuturkan penelusuran yang dilakukan BNPB sejak 2019 menemukan banyak jejak pembelajaran terkait penanggulangan bencana dari masa lalu. “Kalau kearifan lokal memang ada dokumentasinya, tapi kalau bahasa waktu itu dengan tim-tim yang selama ini mengawal, itu masih terserak. Tidak hanya di penjuru negeri ini, tapi terserak di penjuru dunia,” kata Robi dalam diskusi virtual menyambut Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang diikuti dari Jakarta, Jumat (13/5/2022). 


Dia mengatakan catatan dan dokumentasi terkait sejarah dan budaya respons penanggulangan bencana yang dilakukan berbagai macam kelompok masyarakat di Tanah Air banyak yang tersimpan di tempat yang sulit diakses oleh masyarakat luas. Untuk itu, BNPB sejak 2019 terus mencoba mengajak semua pihak, mulai dari lembaga negara, institusi pendidikan dan para ahli, untuk mengumpulkan catatan sejarah terkait penanggulangan bencana agar dapat diakses oleh semua pihak.


Pentingnya dokumentasi itu juga disorot oleh pakar arsitektur Mohammad Cahyo Novianto yang merupakan anggota Ikatan Arsitek Indonesia. Menurutnya beberapa kelompok masyarakat di Tanah Air memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang bangunan tradisional yang dirancang untuk menghadapi bencana.


Namun, katanya, kebanyakan pengetahuan itu merupakan tradisi yang diturunkan melalui tutur dari generasi ke generasi dan tidak memiliki catatan tertulis. Hal itu mengakibatkan banyak terdapat ancaman menghilangnya pengetahuan tersebut akibat kemajuan zaman. “Karena itu salah satu titik penting dari kita semua ini adalah tentang mendokumentasi pengetahuan yang masih ada karena itu menjadi bekal untuk pengetahuan masa depan,” ujar Cahyo.

Sumber: Republika

Tags: antisipasi bencana alambnpbkearifan lokalmitigasi bencanapenanganan bencana indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Dana Bantuan Dipotong, 100 Ribu Anak Suriah Terancam Putus Sekolah

Next Post

Pemkab Bogor Ajukan Penambahan PPPK Formasi Guru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional XXXI, DPRA Apresiasi Perjuangan Kafilah di Semarang

Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional XXXI, DPRA Apresiasi Perjuangan Kafilah di Semarang

Sabtu (19/09/2026) - 23:46 WIB
Fesmed Selat Malaka Dibuka di Batam, AJI Soroti Tantangan Jurnalis di Wilayah Kepulauan

Fesmed Selat Malaka Dibuka di Batam, AJI Soroti Tantangan Jurnalis di Wilayah Kepulauan

Sabtu (19/09/2026) - 14:05 WIB
Illiza Dorong Daerah Aktif Bangun Jejaring Internasional 

Illiza Dorong Daerah Aktif Bangun Jejaring Internasional 

Kamis (17/09/2026) - 18:28 WIB
Gubernur Mualem Minta Bupati/Wali Kota se-Aceh Siapsiaga Hadapi Potensi Bencana

Gubernur Mualem Minta Bupati/Wali Kota se-Aceh Siapsiaga Hadapi Potensi Bencana

Kamis (17/09/2026) - 18:22 WIB
Pemko Sabang Perkuat KUPS Serbok Jaboi lewat Program Blended Finance

Pemko Sabang Perkuat KUPS Serbok Jaboi lewat Program Blended Finance

Kamis (17/09/2026) - 18:18 WIB
Komitmen Bersih dari Narkoba, Lapas Blangpidie Tes Urine 23 Warga Binaan dan 7 Petugas

Komitmen Bersih dari Narkoba, Lapas Blangpidie Tes Urine 23 Warga Binaan dan 7 Petugas

Kamis (17/09/2026) - 18:15 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.