Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Dana Bantuan Dipotong, 100 Ribu Anak Suriah Terancam Putus Sekolah

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (14/05/2022) - 00:37 WIB
in INTERNASIONAL
0
Seorang anak laki-laki bermain ayunan di kamp al-Hol, yang menampung keluarga anggota kelompok Negara Islam, di provinsi Hasakeh, Suriah, Sabtu, 1 Mei 2021. Sekitar 100 ribu anak Suriah diprediksi akan kehilangan pendidikan mereka karena dana bantuan internasional yang dipotong.

Sekitar 100 ribu anak Suriah diprediksi akan kehilangan pendidikan mereka

DAMASKUS – Sekitar 100 ribu anak Suriah diprediksi akan kehilangan pendidikan mereka karena dana bantuan internasional yang dipotong. Padahal selama ini anak-anak bergantung pada dana bantuan itu karena negara tersebut sedang dilanda perang.

Sebuah laporan yang dirilis pada akhir April oleh Action For Humanity, badan amal induk LSM Inggris Syria Relief, menemukan bahwa lebih dari 40 ribu anak tidak lagi mengenyam pendidikan karena kehilangan dana dari pemerintah Inggris. Beberapa hari kemudian, LSM menyatakan kekecewaannya pada kurangnya bantuan yang dijanjikan pada konferensi bantuan internasional yang dipimpin Uni Eropa untuk Suriah. Konferensi tersebut mengumpulkan Rp 87 triliun untuk Suriah dan negara-negara tetangga tetapi ini tetap kekurangan besar untuk mendanai bantuan anak-anak.

“Tampaknya, sekali lagi, komunitas internasional telah melupakan anak-anak di Suriah yang sangat membutuhkan dana untuk kelangsungan hidup, pembelajaran, dan perlindungan mereka,” kata Direktur Save the Children Syria Response Office, Sonia Khush setelah konferensi bantuan internasional untuk Suriah dilansir dari The New Arab, Kamis (12/5/2022).

“Jumlah Rp 87 triliun sangat tidak memadai dan jauh dari apa yang dibutuhkan untuk mendukung 6,5 juta anak-anak di Suriah, serta anak-anak Suriah di negara-negara tetangga,” lanjut Kush.

Action for Humanity mengatakan keputusan pemerintah Inggris tahun lalu untuk mengurangi pengeluaran bantuan luar negeri dari 0,7 persen menjadi 0,5 persen telah berkontribusi pada potensi krisis pendidikan. Bahkan menurut mereka ini kemungkinan akan memiliki efek bencana.

“Akan ada peningkatan segera dalam pekerja anak, pernikahan anak, kehamilan dini, wajib militer anak untuk kelompok militer dan bersenjata, eksploitasi anak, dan perdagangan anak,” kata badan amal itu dalam laporannya.

“Orang tua secara terbuka mengakui mempertimbangkan mengirim anak-anak mereka untuk bekerja atau memaksa anak perempuan mereka menikah dini jika mereka tidak dapat bersekolah,” tambah mereka.

Bantuan dan Aksi Suriah untuk Kemanusiaan mengatakan 133 sekolah yang mereka kelola harus ditutup dalam waktu kurang dari satu tahun. Mereka meminta pemerintah Inggris untuk segera membalikkan pemotongan anggaran bantuan dan pendanaan untuk Suriah.

Menyusul pemberontakan Suriah 2011, di mana rezim Presiden Bashar Al-Assad secara brutal menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi, Suriah telah mengalami krisis ekonomi yang menghancurkan. Ratusan ribu – kebanyakan warga sipil – telah tewas dalam serangan kejam rezim di daerah oposisi. Sekitar 80 persen warga Suriah telah jatuh ke dalam kemiskinan, dengan banyak yang masih menghadapi kelaparan.

Sumber: Republika

Tags: anak suriahbantuan kemanusiaan suriahdana bantuan suriahkrisis suriahperang suriahpernikahan dini
ShareTweetPin
Previous Post

Luhut Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden UEA

Next Post

Dokumentasi Kearifan Lokal Penanggulangan Bencana Penting, Ini Alasannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

Senin (20/04/2026) - 22:13 WIB
Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Senin (20/04/2026) - 22:10 WIB
Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Senin (20/04/2026) - 16:49 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Senin (20/04/2026) - 16:38 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.