Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Din Syamsuddin: Kolaborasi Rusia-Dunia Islam Bisa Jadi Model dan Jembatan Peradaban

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (22/05/2022) - 06:49 WIB
in INTERNASIONAL
0
Din Syamsuddin (kiri) bersama Grand Mufti of Russia Shaikh Talgat Tadzhuddin.

Kolaborasi Rusia-dunia Islam adalah mungkin bahkan mendesak.

KAZAN — Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015 Din Syamsuddin sejak 19 Mei 2022 berada di Ibu Kota Republik Tatarstan Rusia, Kazan, untuk menghadiri serangkaian acara. 


Pada Kamis  (19/5),   Din Syamsuddin menghadiri pembukaan Kazan Expo, yaitu pameran berbagai produk dari berbagai negara Islam. Kazan Expo juga dirangkaikan dengan Halal Expo. Kedua kegiatan ini berlangsung di sebuah kompleks pameran luas dekat Bandara Kazan.


Keesokan harinya, Jumat (20/5), Din Syamsuddin mengikuti Sidang Group for Strategic Vision Russian Federation-Islamic World. Kelompok ini terdiri dari sejumlah tokoh (baik agama, akademisi maupun politik),  dari Federasi Russia dan beberapa negara Islam. Pada mulanya kelompok ini dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Rusia Yveny Primakov dan sekarang oleh Mr Rustam Minikhanov, presiden Republik Tatarstan.


Pertemuan ke-16 sejak Kelompok itu didirikan pada 2006 membahas isu-isu global mutakhir. Setelah mendengarkan ucapan selamat dari Presiden Putin, dan pengantar dari Presiden Rustam Minikhanov, ketua kelompok, para anggota satu persatu menyampaikan pandangannya. 


Sebagai anggota Kelompok Visi Strategis Russia-Dunia Islam dari Asia, Din Syamsuddin menyatakan bahwa dunia sekarang menghadapi kekacauan (disorder) dan ketakpastian (uncertainty),  terutama pada masa pasca pandemi. “Keadaan demikian adalah resultante dari masa pasca Perang Dingin yang mendorong globalisasi,” kata Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (21/5). 


Namun, kata dia, proses ini masih membuka jalan bagi liberalisasi ekonomi dan politik, serta menampilkan kekuatan hegemonik yang mendesakkan arus liberal tadi.”Penerapannya yang mengambil bentuk standard ganda menciptakan ketakadilan global (global injustice). Inilah masalah serius peradaban dunia dewasa ini,” ujarnya. 

Di akhir pidatonya, Din Syamsuddin sebagai anggota kelompok mengatakan bahwa kolaborasi Rusia-dunia Islam adalah mungkin bahkan mendesak. Maka, menurut Ketua MPP Partai Pelita ini, Kelompok Visi Strategis ini harus berlanjut pada pelaksanaan misi strategis, yakni mendorong kerja sama kedua belah pihak secara nyata, baik dalam skema Government to Government, maupun People to People ataupun Goverment to People. “Kolaborasi Rusia-Dunia Islam bisa menjadi model dan menjadi jembatan peradaban bagi terwujudnya tata dunia baru yang damai, sejahtera, berkeadialn dan berkeadaban,” tuturnya.


Pada kesempatan berada di Rusia, Din Syamsuddin sebagai Chairman of World Peace Forum mengundang Presiden Tatatstan Rustam Minikhanov untuk hadir pada World Peace Forum ke-8 yang diadakan oleh Center for Dialogue and Cooperation among Covilizations (CDCC) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta, di Solo, 16-17 Nopember 2023 yang akan datang.


Presiden Rustam Minikhanov bersama seluruh peserta Sidang menjadi bagian dari peletakan batu pertama sebuah masjid besar di Ibu Kota Kazan, menambah jumlah 500-an masjid di Republik Tatarstan, bagian dari Federasi Russia yang mayoritas penduduknya beragama Islam itu. 


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, seluruh  peserta diajak ke Bulgar, satu setengah jam di luar Kazan, di tepi sungai besar nan indah. Itu dimaksud untuk memperingati 1.100 tahun diadopsinya Islam di Tatarstan/Russia.

Sumber: Republika

Tags: din syamsuddinkazan expokolaborasi russia-dunia islammodel dan jembatan peradaban
ShareTweetPin
Previous Post

Kepala BNPB: Indonesia Masuk Daftar 35 Negara dengan Risiko Tinggi Bencana  

Next Post

Survei SMRC: Kebebasan Sipil Indonesia Memburuk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.