Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Cegah Stunting dengan Intervensi Sensitif dan Spesifik

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (04/11/2022) - 15:00 WIB
in DAERAH
0
Cegah Stunting dengan Intervensi Sensitif dan Spesifik

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi. Foto: Lensakita.com

BANDA ACEH – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi, menjelaskan bahwa anak stunting merupakan suatu gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak karena kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang.

“Tandanya panjang anak atau tinggi badannya itu berada dibawah standar. Kalau dibilang stunting itu pendek, yang pendek itu stunting,” kata Sulasmi, Jumat (4/11/2022).

Sulasmi menjelaskan, mengapa terjadinya stunting itu dikarenakan sewaktu sang ibu hamil, kekurangan asupan gizi. Sehingga anak yang dilahirkannya juga gizinya tidak cukup dan mengalami stunting.

Ia menyebutkan jika berbicara stunting bukan hanya soal tinggi dan panjang badan sang anak, akan tetapi juga otaknya atau kognitifnya diperlu diperhatikan secara baik.

Sulasmi menjelaskan, bahwa stunting pada anak bisa dicegah dengan memperbaiki asupan gizi yang bagus. Selain itu, ada dua pencegahan yang perlu dilakukan yaitu intervensi sensitif dan spesifik.

Menurutnya, intervensi spesifik itu khusus dilakukan oleh pihak kesehatan sedangkan yang sensitif itu dilakukan pihak diluar kesehatan.

“Intervensi spesifi kita mulai dari remaja putri di tingkat SMP dan SMA itu dikasih tablet tambah darah atau Fe. Itu kemarin ada aksi bergizi, minum semuanya remaja putri SMP, SMA, Madrasah, hingga dayah. Kalau intervensi sensitif itu dilakukan oleh Dinas Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Pendidikan di Paud-nya kemudian juga PUPR untuk sanitasinya,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemberian tablet Fe kepada remaja putri karena mereka adalah calon-calon ibu di masa mendatang. Mereka ini, kata dia, tidak boleh pucat, lelah, lesu, dan loyo. Sehingga mereka menjadi calon ibu yang bersih dari anemia dan saat melahirkan anaknya tidak stunting.

“Kemudian pada saat dia hamil nanti ibu hamil itu harus periksa kehamilan. Kalau dulu empat kali dalam sembilan bulan, sekarang enam kali selama kehamilan,” ujarnya.

Dimana sang ibu tersebut diwajibkan dua kali melakukan pemeriksaan ke dokter, dua kali dia harus pake USG, sehingga dia tahu apakah letak lintang, letak sungsang, apakah anaknya cacat bisa tahu dari USG.

Sulasmi mengatakan, tablet tambah darah juga diberikan kepada ibu hamil. Jika pada remaja putri wajib minum satu kali satu tablet seminggu, ibu hamil minumnya satu kali satu tablet setiap hari selama 90 hari minimal.

“Lebih boleh kurang jangan. Jadi yang remaja tadi seminggu sekali satu tablet sepanjang tahun 52 tablet. Semua itu untuk mencegah anak-anak yang stunting,” demikian Sulasmi.[]

Tags: advanemiadinkes acehstunting
ShareTweetPin
Previous Post

Ketua DPRA Bersama Wakil Ketua II dan III Hadiri Undangan PAKU Integritas KPK

Next Post

Hindari Anak dari Stunting dengan Pola Asupan Bergizi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Rabu (03/06/2026) - 22:42 WIB
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Rabu (03/06/2026) - 22:37 WIB
Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Rabu (03/06/2026) - 22:34 WIB
USK Berikan Keringanan UKT bagi 3.706 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

USK Luluskan 461 Peserta Jalur Talenta 2026 dari 1.206 Pendaftar

Rabu (03/06/2026) - 16:30 WIB
Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Rabu (03/06/2026) - 16:22 WIB
Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Rabu (03/06/2026) - 16:09 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.