BANDA ACEH – Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Keperawatan Senior (K3S) Universitas Syiah Kuala yang sedang menjalani Stase Keperawatan Gerontik melaksanakan penyuluhan kesehatan bertema “Edukasi Hipertensi: Upaya Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri” serta terapi modalitas “Senam Hipertensi: Sehat Bersama, Tekanan Darah Terjaga”. Kegiatan berlangsung di Meunasah Al-Furqan, Gampong Mibo, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jumat (14/11/2025).
Acara yang diikuti oleh 20 lansia ini berlangsung pukul 09.30-11.00 WIB dan dibimbing oleh para dosen pembimbing: Ns. Khairani, MPH, Ns. Rahmawati, M.Kep, Ns. Zulkarnaini, M.Kep, Ns. Dara Febriana, MSc., PhD, serta Ns. Nurhasanah, M.Kep. Kegiatan terdiri dari dua sesi, yaitu penyuluhan edukasi hipertensi dan demonstrasi senam hipertensi.
Moderator kegiatan, Zahara Syarifah Thaherah, mengatakan bahwa penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manajemen hipertensi.
“Kami berharap kegiatan pendidikan kesehatan terkait hipertensi hari ini bisa memberikan tambahan pengetahuan bagi masyarakat, terutama yang mengalami hipertensi,” kata Zahara.
Keuchik Gampong Mibo, Safriandri, melalui kader desa memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan mahasiswa K3S. Dahlia, selaku kader desa menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Adanya kegiatan ini sangat kami sambut baik, terutama dengan kehadiran adik-adik mahasiswa Fakultas Keperawatan USK, mengingat rata-rata di setiap rumah pasti ada lansia. Masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di masyarakat kita adalah hipertensi,” ucapnya.
Sebelum penyuluhan dimulai, para lansia menjalani pemeriksaan tekanan darah. Materi edukasi kemudian disampaikan oleh Bagas Syahfikri Pratama, yang membahas konsep hipertensi, langkah penanganan, bahaya hipertensi jika tidak diobati, pola makan yang dianjurkan dan yang perlu dihindari, serta jenis olahraga aman bagi penderita hipertensi. Penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pembagian poster edukasi.
Setelah sesi edukasi, mahasiswa K3S melakukan demonstrasi senam hipertensi selama 20 menit yang diikuti oleh seluruh peserta. Sepuluh menit setelah senam, lansia kembali diukur tekanan darahnya untuk melihat perubahan. Hasilnya, lebih dari setengah peserta mengalami penurunan tekanan darah, menunjukkan respons positif terhadap aktivitas fisik tersebut.
Kegiatan ini menjadi rangkaian penutup pengabdian mahasiswa K3S di Desa Mibo. Melalui kegiatan ini, Dahlia berharap edukasi dan senam hipertensi dapat mendorong lansia lebih peduli dan aktif menjaga kesehatan.
“Kami berharap penyuluhan kesehatan serta senam hipertensi ini dapat menjadi jalan pembuka bagi masyarakat, khususnya lansia, untuk lebih peduli dalam menjaga kesehatan diri,” ujar Dahlia.
Ia juga berharap kerja sama antara K3S, perangkat desa, kader kesehatan, dan masyarakat dapat terus berlanjut agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
“Semoga ilmu dan pengalaman yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta mendorong terciptanya lansia yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya,” tuturnya.[]










