BANDA ACEH | LENSA KITA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dokter Hanif, mengatakan capaian imunisasi anak di Aceh selama pandemi Covid-19 paling rendah se-Indonesia yakni 43 persen. Sementara target nasional yaitu sebesar 93.6 persen.
“Kita termasuk rendah, apalagi selama Covid-19 ini. Jadi cakupan imunisasi kita sebesar 43 persen,” kata Hanif, Kamis (19/5/2022).
Dalam tiga tahun terakhir jumlah anak yang tidak diimunisasi dasar lengkap berjumlah 179.874 anak. Angka ini tentunya bukan angka yang kecil dan jika terus dibiarkan dapat menyebabkan timbulnya wabah Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti difteri, campak (peunyaket pru/mangat), rubella, pertusis, polio (lumpuh layu), hepatitis, radang selaput otak (meningitis).
Dia menyebutkan, kawasan pantai timur Aceh merupakan daerah terendah capaian imunisasi. Sementara di wilayah barat selatan Aceh (Barsela) angka imunisasi lebih baik.
Menurut Hanif, hingga kini masih ada penolakan terkait imunisasi dari masyarakat di Aceh. Dia mengatakan, semua pihak tak hanya Dinkes harus terus menyakinkan masyarakat supaya anak-anaknya disuntik imunisasi
“Kita bisa jadikan pelajaran kasus Covid-19 ini. Begitu semua masyarakat mendapat vaksin, kan jelas langsung turun kasusnya,” katanya.
Hanif menyampaikan, vaksin terbukti sangat bermanfaat untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap anak dan orang dewasa supaya virus yang masuk ke tubuh manusia itu tidak bisa menimbulkan penyakit.










