Selasa, September 8, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Bank Syariah di Aceh Diminta Berikan Pelayanan yang Sama Seperti Bank Konvensional

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (14/10/2022) - 12:12 WIB
in DAERAH
0
Data Nelayan Penerima Solar Subsidi Tumpang Tindih, DKP Diminta Registrasi Ulang

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, memberikan keterangan kepada awak media di Banda Aceh. Foto: Lensakita.com

BANDA ACEH – Seorang pengusaha di Aceh, Nahrawi Noerdin, menilai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh belum terwujud seperti harapan masyarakat. Hingga saat ini masih cukup jauh dari harapan terutama bagi kalangan dunia usaha.

Nahrawi menjelaskan, saat ini hal-hal yang menyangkut masalah layanan primer sebuah lembaga keuangan masih terkendala dan jadi keluhan masyarakat,

“Maka kita tidak bisa berharap banyak akan adanya layanan inovatif yang sifatnya ‘next level service’ seperti yang pernah diberikan sebelumnya oleh bank-bank konvensional yang pernah hadir dan melayani masyarakat serta dunia usaha di Aceh selama bertahun-tahun,” kata Nahrawi, Jumat (14/10/2022).

Bagi Nahrawi, kondisi ini yang membuat masyarakat hingga dunia usaha di Aceh belum bisa ‘move on’ dari bank konvensional. Level layanan yang diberikan bank yang beroperasi di Aceh saat ini masih jauh di bawah level layanan bank konvensional yang sebelumnya ada.

“Maka peran bank konvensional, terutama bagi dunia usaha di Aceh harus diakui masih belum tergantikan,” ungkapnya.

Nahrawi menjelaskan, untuk mendapatkan layanan bank konvensional harus pergi dari Aceh, dan itu mendatangkan kesulitan baru bagi dunia usaha Aceh, yang mau tidak mau terpaksa menggunakan jasa mereka dari luar Aceh.

“Sebaliknya tidak mudah juga bagi bank konvensional yang beroperasi di luar Aceh untuk memberikan layanan kepada nasabah yang dari Aceh. Jadilah kita sama-sama sulit. Banknya sulit, dunia usahanya juga sulit,” katanya.

Jika kondisi ini terus berlarut, Nahrawi, menilai Aceh jadi terisolir secara nasional dan internasional dalam urusan transaksi keuangan. Akses dan layanan keuangan yang bisa dinikmati oleh masyarakat di seluruh Indonesia tidak bisa dinikmati di Aceh. Hal itu cukup besar pengaruhnya bagi dunia usaha dan perekonomian Aceh.

“Siapapun yang akan berurusan di Aceh, baik untuk bisnis maupun berkunjung untuk tujuan wisata, ada variable baru yang harus diperhitungkan, yaitu masalah transaksi keuangan,” jelasnya.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh ini berharap, Qanun (peraturan daerah) LKS yang punya tujuan baik dan mulia serta sesuai dengan nilai-nilai ke-Acehan dapat menyelesaikan proses transisi ini.

“Sejatinya sebelum bank syariah ini siap dalam artian berada pada level yang ideal untuk pelayanan, maka bank konvensional harus tetap dibolehkan beroperasi untuk melayani masyarakat,” ujar dia.

Dia menyampaikan, transformasinya akan berjalan dengan smooth dan smart. Bank yang akan mengambil estafet pelayanan punya waktu yang cukup untuk meningkatkan system IT-nya, mengupgrade man powernya, memperkuat networkingnya dengan bank-bank nasional dan internasional.

“Bank konvensional masih dibutuhkan hingga bank-bank syariah siap dan berada pada level yang sama dalam memberi layanan keuangan kepada masyarakat,” pungkasnya.[]

Tags: Bank syariah acehlembaga keuangan syariahNahrawi noerdinpengusaha aceh
ShareTweetPin
Previous Post

Wakil Ketua DPRA Minta Pembangunan GOR Abdya Selesai Tepat Waktu

Next Post

USK akan Beri Sanksi Pelaku Perusakan Fasilitas Kampus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemprov Aceh Pacu Aturan Payung Hukum Rute Kapal Krueng Geukueh–Penang  ‎

Pemprov Aceh Pacu Aturan Payung Hukum Rute Kapal Krueng Geukueh–Penang ‎

Senin (07/09/2026) - 22:08 WIB
BPMA Percepat Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen dan Aceh Timur

BPMA Percepat Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen dan Aceh Timur

Senin (07/09/2026) - 22:05 WIB
Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Sabtu (05/09/2026) - 20:32 WIB
Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Sabtu (05/09/2026) - 10:45 WIB
BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

Jumat (04/09/2026) - 21:47 WIB
BPMA dan TNI AD Perkuat Sinergi untuk Keberlanjutan Hulu Migas Aceh

BPMA dan TNI AD Perkuat Sinergi untuk Keberlanjutan Hulu Migas Aceh

Jumat (04/09/2026) - 12:41 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.