Kamis, September 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Aspednak: Wabah PMK Harus Secepat Mungkin Dituntaskan

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (14/05/2022) - 07:19 WIB
in NASIONAL
0
Petugas Dinas Pertanian Kota Padang memeriksa kesehatan sapi di salah satu peternakan di Padang, Sumatera Barat, Jumat (13/5/2022). Pemeriksaan tersebut guna mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di daerah itu.

Ilustrasi wabah PMK menyerang hewan ternak sapi. Foto: Net

Wabah PMK berdampak secara ekonomi dan sosial di masyarakat.

SURABAYA — Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) Indonesia mendukung upaya gerak cepat pemerintah dalam mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. PMK pasalnya bisa berdampak ekonomi besar jika tidak segera diatasi.

“Kami berharap Pemerintah sesegera mungkin bisa mengatasi wabah ini,” kata Ketua Umum Aspednak Indonesia Isa Anshori, Jumat (13/5) malam. Ia mendukung usaha pemerintah pusat hingga daerah, termasuk pembentukan Gugus Tugas Penanganan terkait dengan PMK sesuai denganKepmentan Nomor 405 Tahun 2022 dan UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Menurut dia, dampak ekonomi dan sosial yang sangat tinggi harus dijadikan fokus penanganan selain penanganan virus PMK. Kendati diketahui bahwa virus PMK bukan termasuk kategori zoonosis atau perpindahan virus dari hewan ke manusia dan/atau sebaliknya, masyarakat membutuhkan pemahaman secara detail.

“Tidak bisa disangkal lagi bahwa masyarakat sangat membutuhkan daging sehat dan aman,” ucapnya.

Upaya pemenuhan kebutuhan akan daging dan hewan ternak yang sehat dan aman, kata Isa, perlu langkah-langkah khusus. “Misalnya, mendatangkan daging atau hewan ternak sehat dari daerah atau wilayah yang bebar-benar aman dari virus PMK,” katanya.

Menurut dia, hal tersebut sebagai salah satu upaya agar kebutuhan akan daging dan hewan ternak sehat terpenuhi sekaligus membantu para pengusaha ternak tetap bisa bertahan, baik di daerah asal pengiriman maupun pengusaha ternak di daerah tujuan. Jika pengambil kebijakan tetap hanya melakukan cara-cara sesuai dengan standard operating procedure (SOP) tanpa upaya-upaya diskresi kebijakan, lanjut Isa, Aspednak khawatir makin besar terhadap dampak ekonomi dan sosial.

Sementara itu, dalam Kepmentan Nomor 405 Tahun 2022 dijelaskan bahwa dampak ekonomi juga menjadi perhatian khusus yang harus dicarikan solusinya. Ia menyebutkan bahwa Gugus Tugas Bidang Ekonomi harus melakukan hal-hal seperti mitigasi hambatan dalam perdagangan akibat wabah PMK, lalu memberikan alternatif sumber pendapatan peternak yang terdampak wabah.

Berikutnya, memfasilitasi sarana dan prasarana biosecurity untuk pemasaran dan pengolahan serta memperkuat kewaspadaan unit usaha pengolahan hasil dan pemasaran untuk mengurangi dampak kerugian usaha. Termasuk melaksanakan penugasan lain sesuai dengan arahan pimpinan.

“Melihat urgensinya permasalahan dampak PMK maka diperlukan sinergi sehingga masyarakat tidak resah. Apalagi, sebentar lagi menghadapi Iduladha dan kebutuhan hewan ternak yang sehat mutlak dibutuhkan,” kata Isa.

Menyinggung soal lalu lintas pengiriman ternak yang sehat dan aman, Aspednak Indonesia sangat mendukung termasuk komunikasi antarinstansi terkait sesuai dengan regulasi. “Dengan demikian, tidak terkesan gebyah uyah menghentikan seluruh aktivitas lalu lintas pengiriman ternak antardaerah atau wilayah,” tutur Isa.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: dampak ekonomi pmkpenyakit mulut kukuPMK hewan ternakvirus PMKWabah PMK
ShareTweetPin
Previous Post

Koalisi Komando Golkar Dibentuk karena Terkendala Capres

Next Post

Daud Ahmad Maju jadi Ketum KONI Jabar, Gubernur Jabar Apresiasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pendaftaran Kedokteran UIN Ar-Raniry Dibuka, UKT Rp37,5 Juta per Semester

Pendaftaran Kedokteran UIN Ar-Raniry Dibuka, UKT Rp37,5 Juta per Semester

Rabu (02/09/2026) - 21:17 WIB
Bawa 600 Liter Solar Subsidi, Dua Pria Ditangkap Polresta Banda Aceh

Bawa 600 Liter Solar Subsidi, Dua Pria Ditangkap Polresta Banda Aceh

Rabu (02/09/2026) - 21:00 WIB
Kapal Pesiar Kembali Singgahi Sabang, Kali Ini Bawa 477 Penumpang

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 11,16 Persen pada Juli 2026

Rabu (02/09/2026) - 20:50 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Impor Aceh Melonjak 214,46 Persen pada Juli 2026, AS Jadi Negara Asal Terbesar

Rabu (02/09/2026) - 20:46 WIB
Ekspor Aceh Juli 2026 Capai 84,04 Juta USD, Naik 36,97 Persen Secara Tahunan

Ekspor Aceh Juli 2026 Capai 84,04 Juta USD, Naik 36,97 Persen Secara Tahunan

Rabu (02/09/2026) - 20:41 WIB
Mitigasi Bird Strike untuk Keselamatan Penerbangan

Penumpang Pesawat Domestik di Bandara SIM Naik 1,36 Persen pada Juli 2026

Rabu (02/09/2026) - 20:37 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.