Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Blackwater AS Buka Jalan Wagner Rusia, Akankah Ukraina Jadi Medan Tempur Tentara Bayaran?

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (15/08/2023) - 14:07 WIB
in INTERNASIONAL
0
Anggota Blackwater dalam perang Irak

#image_title

 JAKARTA — Perang menggunakan tentara bayaran merupakan strategi yang telah dikenal lama, bahkan sejak sebelum ditemukannya senjata api. Namun di era peperangan modern saat ini, strategi menggunakan Tentara Bayaran kembali populer, terutama setelah berakhirnya perang Irak dan pecahnya perang Rusia-Ukraina.


Pasca-tragedi 11 September 2001, Amerika Serikat menghadapi ancaman perang baru, melawan terorisme. Berbeda dengan musuh di era perang dingin, perang melawan terorisme ini menghadapi musuh yang belum pasti keberadaannya. 


Sejak saat itulah, AS sebagai negara korban tragedi 11 September menggunakan kekuatan militer kontrak atau tentara bayaran. Beberapa nama Tentara Bayaran setelah itu muncul dan dikenal seperti Blackwater yang merupakan bentukan dari mantan pejabat AS saat itu. Dalam perjalanannya Tentara Bayaran Blackwater yang terlibat dalam berbagai operasi rahasia AS.


Satu diantaranya dalam perang melawan terorisme, mulai dari di Afganistan, Irak hingga Suriah mendapatkan kecaman dari dunia internasional. Kecaman itu juga yang menuntut pemerintah AS memutus kontrak dengan Blackwater, dan dikabarkan kelompok ini membubarkan diri sebelum pecahnya perang Rusia-Ukraina.


Penggunaan Tentara Bayaran Blackwater dalam ‘perang melawan teror’ oleh AS mengilhami Rusia dan negara-negara lain untuk melakukan outsourcing pasukan bayaran untuk berperang. Sedikit banyak Blackwater telah membuka jalan bagi Grup Wagner Rusia melanjutkan kontrak tentara bayaran untuk berperang di Ukraina.


Hal itulah yang dipotret oleh seorang profesor di Departemen Sejarah, California State University, San Marcos, Ibrahim Al-Marashi. Dia menulis dalam salah satu opini di AlJazeera terkait Blackwater yang telah membuka jalan kesuksesan Grup Wagner, hingga disegani saat ini.


Al-Marashi yang juga seorang Sejarawan modern pasca-perang Irak berakhirnya era Saddam Hussein ini mengungkapkan fenomena setelah pemberontakan yang dilakukan oleh Grup Wagner di Rusia. Menurut dia, banyak pihak yang memperkirakan setelah insiden itu,  pendiri Wagner, Yevgeny Prigozhin, akan membayar mahal atas tindakannya, mungkin dengan nyawanya. 


Namun, komandan tentara bayaran itu dikirim ke ‘pengasingan’ di negara tetangga, Belarusia, dan pesawat tempurnya terus beroperasi di luar Rusia dan Ukraina. Prigozhin akhirnya bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi dan kemudian mengumumkan bahwa perusahaan militer swasta itu akan fokus pada pekerjaannya di Afrika.


Tak mengherankan jika Putin memutuskan untuk mempertahankan pasukan tentara bayaran yang telah terbukti cukup efektif dalam mendorong petualangan kebijakan luar negerinya di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Dia mungkin telah belajar satu atau dua pelajaran dari negara besar lainnya, seperti AS, yang ketergantungannya yang besar pada Tentara Bayaran telah membuka jalan bagi tumbuhnya privatisasi dan outsourcing perang di seluruh dunia.


Bagi AS, Rusia, dan negara-negara lain, kontraktor militer berfungsi sebagai sarana yang nyaman untuk perang proksi. Cara ini yang menawarkan penyangkalan yang masuk akal dan mengurangi potensi ketegangan dalam negeri atas perang yang terjadi di luar negeri.

Perang dengan tenaga outsourcing

Penggunaan Tentara Bayaran oleh pemerintah AS bukanlah fenomena yang baru, namun selama dua dekade terakhir ini telah berkembang pesat. Selama ‘perang melawan teror’ yang diluncurkan pada tahun 2001, jumlah jumlah Tentara Bayaran diprediksi mencapai sekitar 50 persen, bahkan lebih. Sebab AS akan membutuhkan ratusan ribu personel untuk melaksanakan operasi militer di Afghanistan, Irak, dan di tempat lain.

Sejak dimulainya ‘perang melawan teror’, Pentagon telah menghabiskan 14 triliun dolar AS, dengan sepertiga hingga setengahnya digunakan untuk kontraktor militer di zona tempur. Banyak dari uang ini digunakan untuk kontrak yang berkaitan dengan logistik, konstruksi, dan pasokan senjata, tetapi sebagian besar juga digunakan untuk membayar ‘tentara bayaran’.


Selama puncak upaya kontra-pemberontakan tahun 2008 di Irak, jumlah tentara bayaran  mencapai 163.400 orang (termasuk orang-orang yang berperan non-tempur) dibandingkan dengan 146.800 tentara AS. Pada tahun 2010, di tengah-tengah ‘lonjakan’ di Afghanistan, ketika pasukan tambahan dikerahkan untuk serangan baru terhadap Taliban, terdapat 112.100 kontraktor (termasuk orang-orang yang berperan non-tempur) dibandingkan dengan 79.100 tentara.

Sumber: Republika

Tags: blackwater askelompok wagnerperang ukraina rusiatentara bayarantentara bayaran blackwatertentara bayaran wagner
ShareTweetPin
Previous Post

Usulan Insentif Pekerja Rentan Polusi Dinilai Berpotensi Diskriminatif

Next Post

Mendagri Sentil Pemda Tilep Duit Insentif Dokter untuk Bayar Utang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Rabu (03/06/2026) - 22:42 WIB
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Rabu (03/06/2026) - 22:37 WIB
Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Rabu (03/06/2026) - 22:34 WIB
USK Berikan Keringanan UKT bagi 3.706 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

USK Luluskan 461 Peserta Jalur Talenta 2026 dari 1.206 Pendaftar

Rabu (03/06/2026) - 16:30 WIB
Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Rabu (03/06/2026) - 16:22 WIB
Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Rabu (03/06/2026) - 16:09 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.