Minggu, September 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Jaksa Kembalikan Berkas Penyidikan Indra Kenz dan Doni Salmanan ke Bareskrim

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (13/05/2022) - 05:06 WIB
in NASIONAL
0
Tersangka kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz. Setelah menetapkan tersangka Indra, perekrutnya atau Brian Edgar Nababan juga ditetapkan tersangka. FOTO/Republika

Tersangka kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz. Setelah menetapkan tersangka Indra, perekrutnya atau Brian Edgar Nababan juga ditetapkan tersangka. FOTO/Republika

Keduanya dituduh melakukan tindak pidana perjudian online.

JAKARTA – – Kejaksaan Agung (Kejakgung) menyatakan hasil penyidikan Bareskrim Polri terkait kasus penipuan binary option trading yang dilakukan oleh dua tersangka, Indra Kesuma alias Indra Kenz, dan Doni Salmanan alias King Salmanan, belum lengkap. Tim penuntutan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) mengembalikan berkas perkara dua tersangka afiliator aplikasi Binomo dan Quotex tersebut ke Mabes Polri untuk dilengkapi sebelum disorong ke pendakwaan.


Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Ketut Sumedana menerangkan, jaksa menerima berkas hasil penyidikan dua tersangka itu, pada bulan lalu. Kasus yang menetapkan Indra Kenz afiliator Binomo sebagai tersangka, berkas penyidikannya dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim.


Adapun terkait tersangka Doni Salmanan, kasusnya terkait Quotex ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Siber. Namun, dua berkas penanganan kasus terpisah tersebut, masuk pada satu divisi penuntutan di Jampidum. Setelah melewati masa penelitian, dan pemeriksaan berkas-berkas perkara dan hasil penyidikan, kata Ketut, tim jaksa belum dapat melanjutkan kasus tersebut ke persidangan lantaran belum sesuai dengan KUHAP.


“Setelah menerima berkas perkara, tim jaksa peneliti berpendapat bahwa berkas perkara atas nama tersangka IK (Indra Kenz), dan DS (Doni Salmanan), belum lengkap secara formil dan materil,” kata Ketut, di Kejakgung, Jakarta, Kamis (12/5).


Ketut tak menjelaskan soal kelangkapan apa yang kurang dari hasil penyidikan kepolisian tersebut. Akan tetapi, dikatakan dia, tim jaksa peneliti, dan tim penuntutan memberikan catatan-catatan agar penyidik di Bareskrim Polri melengkapi bukti-bukti formil, dan materil atas kasus yang disangkakan.


Dalam kasus ini, meskipun ditangani pada divisi yang berbeda di Bareskrim Polri. Akan tetapi, kedua tersangka Indra Kenz, dan Doni Salmanan disangkakan atas perkara yang sama. Keduanya dituduh melakukan tindak pidana perjudian online, atau penyebaran berita bohong melalui media elektronik, dan penipuan, atau perbuatan curang, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Kedua tersangka, baik Indra Kenz, dan Doni Salmanan dijerat dengan sangkaan dalam Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2), dan Pasal 45 A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat 1 Undang-undang (UU) 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penyidik juga menyertakan sangkaan Pasal 3, dan Pasal 5, dan Pasal 10 UU 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan Pasal 378 KUH Pidana, juncto Pasal 55 KUH Pidana.  


Dalam penanganan kasus ini, tim penyidikan di Bareskrim Polri sudah menetapkan lebih dari 7 nama sebagai tersangka. Terkait kasus yang menjerat Indra Kenz dengan aplikasi Binomo, tim penyidik turut menjerat sejumlah anggota keluarganya sebagai tersangka, dan para kerabatnya.


Dalam kasus aplikasi Quotex, tim penyidik baru menjerat Doni Salmanan. Para tersangka, sejak ditetapkan, sudah berada dalam tahanan sampai hari ini.

Sumber: Republika

Tags: bareskrim polriBerkas belum lengkapKejakgungKejakgung kembalikan berkas indra kent dan Doni
ShareTweetPin
Previous Post

Pakar Timur Tengah Ragu Penembak Jurnalis Al Jazeera Dapat Sanksi PBB

Next Post

Bareskrim Sebut Gagalkan Upaya Penyelundupan 121 Ton Minyak Goreng ke Timor Leste

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Sabtu (05/09/2026) - 20:32 WIB
Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Sabtu (05/09/2026) - 10:45 WIB
BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

Jumat (04/09/2026) - 21:47 WIB
BPMA dan TNI AD Perkuat Sinergi untuk Keberlanjutan Hulu Migas Aceh

BPMA dan TNI AD Perkuat Sinergi untuk Keberlanjutan Hulu Migas Aceh

Jumat (04/09/2026) - 12:41 WIB
Polisi Ungkap Kasus Penggelapan Mobil di Banda Aceh, Satu Tersangka Diamankan

Polisi Ungkap Kasus Penggelapan Mobil di Banda Aceh, Satu Tersangka Diamankan

Kamis (03/09/2026) - 15:38 WIB
Guru PAI Aceh Besar Dibekali Keterampilan AI sebagai Tools Pembelajaran

Guru PAI Aceh Besar Dibekali Keterampilan AI sebagai Tools Pembelajaran

Kamis (03/09/2026) - 15:30 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.