Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

900 Masjid di Mumbai, India Terpaksa Kecilkan Volume Azan

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (10/05/2022) - 04:17 WIB
in INTERNASIONAL
0
Masjid Haji Ali di Mumbai, India. Ulama senior di Mumbai sebut 900 masjid setuju untuk mengecilkan volume adzan.

Ulama senior di Mumbai, India sebut 900 masjid setuju untuk mengecilkan volume adzan.

MUMBAI — Ulama senior dari Maharashtra di Mumbai mengatakan, lebih dari 900 masjid setuju mengecilkan volume azan. Keputusan ini diambil menyusul keluhan dari seorang politisi Hindu setempat.


Imam utama di masjid terbesar di Mumbai, Mohammed Ashfaq Kazi, bahkan harus memeriksa meteran desibel yang terpasang di pengeras suara sebelum mengumandangkan azan.


“Volume azan telah menjadi masalah politik, tetapi saya tidak ingin itu menjadi masalah komunal,” kata pria yang menjadi salah satu cendekiawan Islam paling berpengaruh di kota metropolitan itu, dikutip di TRT World, Senin (9/5).


Sambil berbicara, dia menunjuk ke arah pengeras suara yang terpasang di menara Masjid Juma yang berwarna pasir, di kawasan perdagangan lama Mumbai. Kazi juga mengatakan dia memenuhi tuntutan tersebut untuk mengurangi risiko kekerasan antara Muslim dan Hindu. “Kami (Muslim) harus menjaga ketenangan dan kedamaian,” katanya.


Pemimpin partai regional Hindu Bharatiya Janata (BJP), Raj Thackeray, April lalu menuntut agar masjid dan tempat ibadah lainnya agar menjaga batas kebisingan yang diizinkan. Jika tidak, ia mengatakan, para pengikutnya akan melantunkan doa Hindu di luar masjid sebagai bentuk protes.


Tak hanya itu, Thackeray juga mengatakan dia bersikeras agar putusan pengadilan tentang tingkat kebisingan bisa ditegakkan. Partai BJP disebut hanya memiliki satu kursi di majelis negara bagian yang beranggotakan 288 orang.


“Jika agama urusan pribadi, lalu mengapa umat Islam diizinkan menggunakan pengeras suara selama 365 hari (dalam setahun)?” kata Thackeray kepada wartawan di Mumbai.


“Saudara, saudari dan para ibu yang beragama Hindu ayo bergabung bersama-sama, bersatulah dan meminta agar volume pengeras suara ini dikurangi,” ujarnya.


BJP tidak menanggapi permintaan komentar atas inisiatif Thackeray. Secara pribadi, ia menyangkal ucapannya itu menargetkan minoritas, dengan mengatakan ia menginginkan perubahan progresif yang menguntungkan semua orang India.


Atas hal tersebut, otoritas negara bagian mengambil inisiatif Thackeray dengan serius. Pejabat senior polisi mengadakan pertemuan dengan para pemimpin agama, termasuk Kazi, awal bulan ini.


Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan mikrofon pengeras suara dimatikan. Mereka khawatir terjadi bentrokan di Maharashtra, rumah bagi lebih dari 10 juta Muslim dan 70 juta umat Hindu.


Pada Sabtu lalu, polisi mengajukan kasus pidana terhadap dua pria di Mumbai karena menggunakan pengeras suara untuk mengumandangkan adzan dini hari, sekaligus memperingatkan para pendukung partai Thackeray agar tidak berkumpul di sekitar masjid.


“Dalam situasi apa pun kami tidak akan membiarkan siapa pun menciptakan ketegangan komunal di negara bagian dan perintah pengadilan harus dihormati,” kata seorang pejabat senior polisi Mumbai, VN Patil.

Sumber: Republika

Tags: adzan masjid mumbaimasjid mumbai kecilkan adzansuara adzan dikeluhkanvolume adzan dikecilkan
ShareTweetPin
Previous Post

900 Masjid di Mumbai, India Terpaksa Kecilkan Volume Adzan

Next Post

Pemuda Palestina Dibatasi, Ratusan Yahudi Fanatik Justru Penuhi Masjid Al Aqsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

USK Berikan Keringanan UKT bagi 3.706 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

USK Luluskan 461 Peserta Jalur Talenta 2026 dari 1.206 Pendaftar

Rabu (03/06/2026) - 16:30 WIB
Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Rabu (03/06/2026) - 16:22 WIB
Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Rabu (03/06/2026) - 16:09 WIB
NTP Aceh Naik 0,54 Persen pada Mei 2026, Didorong Kenaikan Harga Kopi dan Gabah

NTP Aceh Naik 0,54 Persen pada Mei 2026, Didorong Kenaikan Harga Kopi dan Gabah

Rabu (03/06/2026) - 15:48 WIB
Buku “Polda Aceh Meutuah” Resmi Diluncurkan, Sekda Sebut Jadi Warisan Pengetahuan untuk Generasi Mendatang

Buku “Polda Aceh Meutuah” Resmi Diluncurkan, Sekda Sebut Jadi Warisan Pengetahuan untuk Generasi Mendatang

Rabu (03/06/2026) - 15:40 WIB
Jelang Piala Dunia 2026, Kapolda Aceh Ingatkan Masyarakat Hindari Judi

Jelang Piala Dunia 2026, Kapolda Aceh Ingatkan Masyarakat Hindari Judi

Selasa (02/06/2026) - 22:53 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.