BLANGPIDIE – Zillenial Teacher di bawah naungan Sekolah Guru Indonesia (SGI) mengadakan Pameran Budaya ASEAN di MI Muhammadiyah Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (26/11/2022). Kegiatan yang mengusung tema “Keragaman dalam Kesatuan Global” merupakan implementasi Project Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah.
Project Based Learning (PBL) adalah sebuah pendekatan berbasis proyek dalam pembelajaran, yang tidak hanya fokus pada hasil akhir, namun lebih menekankan pada proses bagaimana siswa dapat memecahkan masalah, hingga akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk dalam sebuah pembelajaran. Adapun produk yang dihasilkan dalam implementasi PBL di MI Muhammadiyah Blangpidie adalah Pameran Budaya ASEAN.
Koordinator Zillenial Teacher Abdya, Sukma Rita, menjelaskan PBL ini adalah bentuk pembelajaran yang dapat meningkatkan jiwa kolaborasi dan berpikir kritis pada peserta didik. Sebelum mengimplementasikan ke sekolah para Zillenial Tecaher sudah terlebih dahulu dibina selama empat bulan dibawah naungan Sekolah Guru Indonesia (SGI).
“PBL ini adalah model pembelajaran abad-21 yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntunan Kurikulum Merdeka. Saya dan teman-teman Zillenial Teachers sebelum terjun ke sekolah untuk mengimplementasikan model pembelajaran ini, sudah terlebih dahulu melalui pembinaan yang dibekali oleh Sekolah Guru Indonesia (SGI).
Ia mengatakan, dalam kegiatan ini peserta didik sangat antusias dan bersemangat. Ia berharap ke depan di sekolah-sekolah, model pembelajaran ini terus diterapkan karena sangat bermanfaat terutama untuk membangun profil pelajar pancasila dalam diri peserta didik.

Implementasi PBL ini dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan, terhitung sejak 25 Oktober sampai 25 November 2022 hingga puncak akhirnya adalah pameran budaya. PBL, dilakukan melalui beberapa tahapan, pada tahap awal peserta didik diberikan driving questions sebagai pemantik untuk menuju ke tahap selanjutnya.
Driving questions yang diajukan seperti, “Tahukah kamu keberagaman dari negara-negara yang ada di ASEAN?’ dan “Bagaimana cara kita memberitahukan kepada orang-orang tentang keberagaman yang ada di negara-negara ASEAN?”.
Pada tahapan selanjutnya, guru memberikan pemahaman terkait materi ASEAN yang harus dipahami oleh peserta didik. Setelah proses pemahaman berlangsung, peserta didik kemudian melakukan persiapan pameran budaya untuk menunjukkan kepada seluruh siswa dan guru di MI Muhammadiyah Blangpidie terkait kebudayaan di negara-negara ASEAN yang telah mereka pelajari, dan ditampilkan dalam bentuk pameran budaya.
Adapun kelas yang mengikuti kegiatan ini adalah kelas 6a dan 6b, dengan jumlah 50 peserta. Ada 10 stand yang berdiri di halaman MI Muhammadiyah Blangpidie, masing-masing stand mewakili satu negara ASEAN. Isi yang dipamerkan di dalam stand sangat beragam, mulai dari informasi politik negara, makanan khas negara, pakaian adat, letak geografis, ekonomi negara dan lain-lain. Peserta didik akan menjelaskan setiap hal dari negara tersebut kepada pengunjung stand.
Kepala MI Muhammadiyah Abdya, Erna, sangat mendukung kegiatan ini dan berterima kasih kepada pihak Sekolah Guru Indonesia (SGI) sudah mengimplementasikan PBL di MI Muhammadiyah Blangpidie.
“Saya sangat berterima kasih kepada Sekolah Guru Indonesia (SGI) telah membina salah seorang guru di sekolah kami untuk bergabung bersama Zillenial Teachers, dan ilmu yang didapatkan bisa diimplementasikan ke MI Muhammadiyah Blangpidie serta dapat membina guru-guru sebagai implementator Project Based Learning. Kedepan semoga bisa kami lanjutkan PBL ini pada pembelajaran lainnya,” ujar Erna.[]










