Jumat, November 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Ukraina Ingin Sanksi-Sanksi pada Rusia Cukup Menghancurkan

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (07/04/2022) - 11:41 WIB
in INTERNASIONAL
0
Sebuah gedung apartemen yang rusak berat menyusul serangan Rusia di pusat Borodyanka, Ukraina, Rabu, 6 April 2022. Pihak berwenang Ukraina menyelidiki akibat mengerikan dari dugaan kekejaman Rusia di sekitar Kyiv, saat kedua belah pihak bersiap untuk serangan habis-habisan. Pasukan Moskow untuk merebut timur industri Ukraina.

Ukraina ingin sanksi ekonomi pada Rusia cukup menghancurkan hingga hentikan perang

LVIV — Ukraina ingin sanksi-sanksi ekonomi pada Rusia cukup menghancurkan negara itu hingga bisa menghentikan perang. Sebelumnya Kiev menuduh sejumlah negara memprioritaskan uang dibanding menghukum pembunuh warga sipil.

Negara-negara Barat menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negara-negara demokrasi harus menolak minyak Rusia dan memblokir bank-bank negara itu dari sistem keuangan internasional.

Setelah foto-foto barisan mayat warga sipil di jalanan Kota Bucha memicu kecaman internasional. Zelenskyy mengatakan pasukan Rusia mencoba menutupi bukti kekejaman mereka.

“Kami mendapatkan informasi militer Rusia mengubah taktik dan mencoba menyingkirkan orang-orang yang telah mereka bunuh dari jalanan dan ruang bawah tanah, ini merupakan upaya untuk menyembunyikan bukti dan tidak lebih dari itu,” kata Zelenskyy dalam rekaman video hariannya, Kamis (7/4/2022).

Namun Presiden Ukraina itu tidak memberikan bukti pernyataannya tersebut. Moskow membantah mengincar rakyat sipil dan mengatakan foto-foto mayat di Bucha adalah rekayasa untuk membenarkan sanksi-sanksi terhadap Rusia dan mengeluarkan perundingan damai dari jalurnya.

Invasi Rusia yang sudah berlangsung selama enam pekan memaksa lebih dari 4 juta warga Ukraina mengungsi ke luar negeri, ribuan lainnya terluka atau terbunuh, lebih dari seperempat populasi tuna wisma, mengubah kota-kota jadi reruntuhan dan memicu sanksi-sanksi negara-negara Barat pada elit dan perekonomian Rusia.

Pada Rabu (6/4/2022) kemarin Washington mengumumkan sanksi baru yang mencakup dua putri Presiden Rusia Vladimir Putin dan Sberbank. Langkah terbaru juga melarang warga Amerika berinvestasi di Rusia.

AS juga ingin Rusia dikeluarkan dari forum negara pendapatan tinggi, Group of 20 (G20) dan memboikot sejumlah pertemuan G20 di Indonesia bila pejabat Rusia hadir. Namun kepala kantor Kepresidenan Ukraina Andriy Yermak mengatakan sekutu harus bertindak lebih banyak.

“Sanksi-sanksi pada Rusia harus cukup menghancurkan bagi kami untuk mengakhiri perang mengerikan ini,” katanya.

“Tujuan saya adalah memberlakukan embargo pada pasokan teknologi, peralatan, mineral dan bijih besi (dan) unsur logam langka dwifungsi Rusia dan menghentikan produksi senjata Rusia,” tambahnya.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: dampak ekonomi perang rusiainvasi rusiaperang ukraina rusiasanksi ekoomi rusiasanksi rusia
ShareTweetPin
Previous Post

Pejabat UNS Kunjungi LPPM IPB University,  Diskusikan Data Desa Presisi

Next Post

China Serukan Investigasi Menyeluruh Pembunuhan Massal di Bucha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Kamis (05/11/2026) - 22:23 WIB
Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Kamis (05/11/2026) - 22:17 WIB
Menko Yusril Tegaskan Penyadapan Ilegal Bisa Dijerat Pidana

Menko Yusril Prihatin atas Peristiwa di Pidie, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyelidikan

Kamis (05/11/2026) - 16:04 WIB
LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Rabu (04/11/2026) - 22:52 WIB
Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Rabu (04/11/2026) - 22:13 WIB
Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Rabu (04/11/2026) - 22:03 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.