Jumat, November 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Sejarawan: Lewat Tulisan 'Islam Sontoloyo' Bung Karno Ingin Islam di Indonesia lebih maju

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (03/05/2022) - 19:30 WIB
in NASIONAL
0
Siluet monumen patung Presiden Pertama Indonesia Soekarno melambaikan tangan sambil memegang tongkat komando berdiri tegak di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (19/8/2021). Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar membangun monumen itu untuk mengenang Soekarno karena jadi Presiden Indonesia satu-satunya yang pernah menginjakan kaki di daerah perbatasan itu pada 4 November 1958.

Bung Karno ingin Muslim RI lebih maju dengan meramu ajaran Islam lebih kontekstual.

JAKARTA  — Sejarawan Islam Zainul Milal Bizawie menyebutkan Bung Karno menginginkan agar Islam di Indonesia lebih maju dan memiliki pemikiran yang terbuka serta dinamis. Zainul mengatakan hal itu pada acara “Inspirasi Ramadhan” dengan tema Inspirasi Keteladanan Islam Bung Karno dalam akun YouTube BKN PDIP di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam acara itu, Zainul membahas soal salah satu tulisan Bung Karno yang kontroversial pada era prakemerdekaan, yakni ‘Islam Sontoloyo’. Menurut dia, tulisan itu adalah salah satu karya autokritik agar umat Islam Indonesia memiliki pemikiran yang maju dan tidak kuno.

Zainul menuturkan bahwa tulisan ‘Islam Sontoloyo’ itu pernah dimuat di Surat Kabar Pemandangan pada tahun 1940. Tulisan itu menyimpan cita-cita Soekarno yang ingin Islam menjadi agama yang maju sehingga menjadikannya sebagai api sejarah peradaban.

“Bung Karno sangat ingin Islam sebuah kemajuan. Oleh karena itu, Bung Karno melihat Islam ini sebagai sebuah api Islam atau api sejarah,” tuturnya dalam siaran persnya.

Ia menjelaskan istilah ‘Islam Sontoloyo’ yang dipilih oleh Bung Karno memang menjadi kontroversi pada zamannya. Akan tetapi, dia mengingatkan jangan terjebak terhadap kata tersebut.”Jadi, memahami kata itu jangan langsung buat’Islam-nya yang sontoloyo. Akan tetapi, muslimnya yang sontoloyo,” katanya.

Sebagai seorang sejarawan, Zainul menjelaskan apa sebenarnya tujuan Sukarno menulis Islam sontoloyo, yaitu sebagai upaya membuka pikiran Muslim Indonesia agar lebih maju sehingga mampu meramu ajaran Islam yang lebih segar dan kontekstual.

“Saya kira maksud dari Bung Karno ini arahnya adalah sebagai seorang muslim bangsa Indonesia ini jangan hanya mengimpor sesuatu yang lama saja tanpa ada perubahan-perubahan, harus fleksibel harus elastis harus meramu kembali ajaran Islam ini sehingga kontekstual dan bisa menjawab tantangan-tantangan bangsa,” ungkap Zainul.

Sejarawan kelahiran Pati ini mengatakan bahwa Islam di mata Soekarno memiliki fleksibilitas, dinamisitas, dan progresivitas. Ada paham-paham yang sudah pakem. Akan tetapi, di lain sisi ada bagian-bagian yang dapat diubah sesuai dengan konteksnya.

“Bung Karno melihat Islam itu sangat dinamis sekali, progresif sekali sehingga semua pihak harus melihat ada paham-paham yang itu tidak dapat diubah tetapi juga Islam sangat kontekstual,” ujarnya.

Menurut Zainul, jika Islam tidak disesuaikan dengan kondisi sekarang, akan terdegradasi. Selain itu, kekunoan pola pikir akan membuat bangsa Indonesia kalah dari bangsa-bangsa lain yang lebih maju.”Kalau tidak melakukan perubahan-perubahan menyesuaikan zaman nanti,muslim akan sontoloyo. Jadi, kayak Islam tuh tidak bisa apa-apa, enggak bisa menjawab apa-apa hanya bisa menjawab hal-hal yang bersifat kuno sehingga artinya bangsa Indonesia ini. Kalau muslimnya seperti itu, pasti akan kalah dengan bangsa-bangsa lain,” tegas Zainul.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: bung karnoislamislam sontoloyosukarnosukarno majukan islam
ShareTweetPin
Previous Post

Pengamat Iklim UGM: Perkotaan Lebih Sering Alami Hujan Ekstrem

Next Post

IDI dan IDAI Imbau Waspadai Sejak Dini Hepatitis Akut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Kamis (05/11/2026) - 22:23 WIB
Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Kamis (05/11/2026) - 22:17 WIB
Menko Yusril Tegaskan Penyadapan Ilegal Bisa Dijerat Pidana

Menko Yusril Prihatin atas Peristiwa di Pidie, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyelidikan

Kamis (05/11/2026) - 16:04 WIB
LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Rabu (04/11/2026) - 22:52 WIB
Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Rabu (04/11/2026) - 22:13 WIB
Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Rabu (04/11/2026) - 22:03 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.