Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Pengamat Iklim UGM: Perkotaan Lebih Sering Alami Hujan Ekstrem

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (03/05/2022) - 19:20 WIB
in NASIONAL
0
Awan mendung di atas Kota Yogyakarta, Rabu (17/11/2021). (Ilustrasi)

Wilayah Pulau Jawa mengalami pertambahan curah hujan dalam 20 tahun.

YOGYAKARTA–Peneliti sekaligus pengamat iklim dan lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Emilya Nurjani menyebutkan, frekuensi hujan ekstrem di wilayah perkotaan lebih tinggi ketimbang di perdesaan. Khususnya di Pulau Jawa selama setahun terakhir.


“Hasil analisis memperlihatkan bahwa perkotaan di pulau Jawa mengalami lebih banyak frekuensi hujan ekstrem dibandingkan daerah perdesaan,” kata Emilya di Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.


Menurut dia, sepanjang tahun 2021 Indonesia mengalami La Nina. Sehingga curah hujan di wilayah sebagian Indonesia cenderung lebih basah. Disamping itu, di awal 2022 Indonesia juga mengalami monsoon Asia dan ITCZ yang meningkatkan curah hujan.


Emilya membandingkan dengan data curah hujan bulanan tahun 1980-2010 sebagai tahun baku iklim menurut WMO. Berdasarkan pembandingan tersebut di sebagian wilayah Jawa memang sebenarnya telah mengalami pertambahan curah hujan sebesar 40-120 mm dalam 20 tahun.


Bahkan lebih jauh untuk Pulau Jawa dengan menggunakan analisis persentil memperlihatkan banyaknya wilayah yang mengalami peningkatan curah hujan harian. “Metode ini tentunya berbeda dengan penentuan hujan ekstrem BMKG (fixed threshold),” kata dia.


Emilya mengakui daerah perkotaan mempunyai frekuensi kejadian hujan ekstrem lebih sering. Penyebabnya, karena suhu udara yang lebih tinggi di kota menyebabkan potensi pembentukan hujan konvektif dengan awan-awan konvektif yang mengandung uap air yang banyak (Cumulonimbus).


“Kondisi seperti ini tentu tidak hanya dialami di Indonesia, tetapi hampir di semua belahan dunia mengalami fenomena yang sama,” ujar dia.


Ia menjelaskan curah hujan di suatu wilayah secara geografis dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain elevasi atau ketinggian tempat atau wilayah, jarak dari sumber air, barisan pegunungan serta luasan daratan dan perairan (secara lokal). Ada juga faktor regional seperti Monsoon, ENSO, DMI, Jullian-Madden Oscillation, juga Inter Trade Convergen Zone (ITCZ) dan Siklom Tropis.


Lebih lanjut Emilya mengungkapkan secara lokal suhu udara yang tinggi akan menyebabkan peningkatan evaporasi atau evapotranspirasi dan lingkungan atmosfer yang sesuai akan meningkatkan pembentukan awan-awan vertikal. Hal ini berpotensi menghasilkan hujan yang cukup tinggi dalam waktu yang singkat.


“Curah hujan ekstrem yang berlangsung lama biasanya akan menimbulkan genangan kemudian banjir di daerah dataran rendah atau cekungan, dan di daerah sekitar perbukitan atau pergunungan berpotensi menimbulkan longsor,” kata dia.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: Curah Hujan Pulau JawaHujan EkstremIklim Indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Warga Nikmati Layanan MRT Saat Libur Lebaran

Next Post

Sejarawan: Lewat Tulisan 'Islam Sontoloyo' Bung Karno Ingin Islam di Indonesia lebih maju

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri

Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri

Selasa (28/07/2026) - 21:46 WIB
Viral Siswa Seberangi Sungai di Atas Tali, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Empat Jembatan

Viral Siswa Seberangi Sungai di Atas Tali, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Empat Jembatan

Selasa (28/07/2026) - 16:04 WIB
Gunakan Senjata Organik untuk Merampok, Briptu MZ Dipecat dari Polri

Gunakan Senjata Organik untuk Merampok, Briptu MZ Dipecat dari Polri

Selasa (28/07/2026) - 16:01 WIB
Direktur Utama Bank Aceh Syariah dan Jamaah Haji Kloter 2 Aceh Ziarahi Makam Habib Bugak

Direktur Utama Bank Aceh Syariah dan Jamaah Haji Kloter 2 Aceh Ziarahi Makam Habib Bugak

Selasa (28/07/2026) - 10:41 WIB
Suhu Maksimum di Aceh Tembus 36 Derajat Celsius, Ini Imbauan BMKG

Suhu Maksimum di Aceh Tembus 36 Derajat Celsius, Ini Imbauan BMKG

Senin (27/07/2026) - 10:05 WIB
Persiraja Datangkan Eks Timnas Ilham Udin Armaiyn untuk Misi Promosi

Persiraja Datangkan Eks Timnas Ilham Udin Armaiyn untuk Misi Promosi

Senin (27/07/2026) - 10:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.