Kamis, September 24, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Sejarah Hari Ini: Uni Soviet Cabut Blokade Terhadap Berlin

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (12/05/2022) - 08:42 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pemandangan dari Berlin Barat menghadap ke Bernauer Street di Berlin Timur pada 1962.

Krisis awal Perang Dingin berakhir ketika Uni Soviet mencabut blokade Berlin barat

BERLIN – Pada 12 Mei 1949, krisis awal Perang Dingin berakhir ketika Uni Soviet mencabut blokade 11 bulannya terhadap Berlin Barat. Di akhir Perang Dunia II, Jerman dibagi menjadi empat sektor yang dikelola empat besar pemenang perang, yaitu Uni Soviet, Amerika serikat (AS), Prancis, dan Inggris.

Seperti dilansir laman History, Kamis (12/5/2022), ibu kota Jerman, Berlin juga dibagi empat meski lokasinya terletak jauh di pedalaman sektor yang dikuasai Uni Soviet. Keputusan Status Berlin pun menjadi masalah besar dalam pembicaraan damai pasca-perang. Pada Maret 1948, Uni Sivet undur diri dari dewan pengendali sekutu yang memerintahkan daerah pendudukan di Jerman.

Kemudian pada Mei 1948, ketiga kekuatan Barat setuju membentuk Jerman Barat, sebua negara yang sepenuhnya indpenden dari wilayah timur Jerman yang diduduki (Jerman Timur). Sementara tiga sektor barat di Berlin akan disatukan dan disebut dengan nama Berlin Barat, yang berada di bawah kendali Jerman Barat.

Pada 20 Juni 1948 sebagai langkah besar menuju pembentukan pemerintah Jerman Barat, kekuatan Barat memperkenalkan mata uang markdi Jerman Barat termasuk Berlin Barat. Uni Soviet pun mengutuk langkah ini sebagai serangan terhadap mata uang Jerman Timur.

Pada 24 Juni, Uni Soviet memulai blokade semua jalur kereta api, jalan raya, dan komunikasi air antara Berlin dan Barat. Keempat negara pendudukan kemudian menunda penyatuan Berlin Barat.

Semua bahan makanan, bahan bakar, semua kebutuhan diblokade, kemudian Uni Soviet berharap masyarakat Berlin Barat menyerah dan bersedia menerima kendali komunis. Blokade lalu dilanggar oleh pengiriman pasokan vital AS-Inggris secara besar-besaran ke dua juta warga Berlin Barat.

Konvoi Inggris dan Amerika pertama melaju sejauh 110 mil dari Soviet untuk mencapai Berlin Barat. Pada 23 Mei, Republik Federal Jerman (Jerman Barat) secara resmi didirikan.

Pada 7 Oktober tahun yang sama, Republik Demokratik Jerman, sebuah negara komunis diproklamasikan di Jerman Timur. Pengangkutan udara Berlin berlanjut hingga 30 September dalam upaya untuk membangun pasokan barang-barang penting selama satu tahun untuk Berlin Barat jika terjadi blokade Soviet lainnya.

Blokade lain tidak terjadi, tetapi ketegangan Perang Dingin di Berlin tetap tinggi yang berpuncak pada pembangunan Tembok Berlin pada 1961. Dengan memudarnya kekuasaan Soviet secara bertahap pada akhir 1980-an, Partai Komunis di Jerman Timur mulai kehilangan cengkeramannya pada kekuasaan.

Puluhan ribu orang Jerman Timur mulai meninggalkan negara itu, dan pada akhir tahun 1989 Tembok Berlin mulai runtuh. Tak lama kemudian, pembicaraan antara pejabat Jerman Timur dan Barat, yang diikuti oleh pejabat dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Uni Soviet, mulai menjajaki kemungkinan reunifikasi, yang dicapai pada 3 Oktober 1990.

Dua bulan setelah reunifikasi, pemilihan Jerman berlangsung dan Helmut Kohl menjadi kanselir pertama dari Jerman yang bersatu kembali. Meskipun tindakan ini terjadi lebih dari setahun sebelum pembubaran Uni Soviet, bagi banyak pengamat reunifikasi Jerman secara efektif menandai berakhirnya Perang Dingin.

Sumber: Republika

Tags: akhir perang dunia iiblokade berlin baratperang dinginuni soviet buka blokadeuni soviet buka blokade berlin
ShareTweetPin
Previous Post

Akun Ruhut Sitompul Jadi Trending Topic Usai Unggah Foto Anies Pakai Koteka

Next Post

Permukiman Sekitar Pasar Gembrong Bakal Disulap Jadi Kampung Warna-Warni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Wakili Kemenag Aceh Besar, Yasmaidar Terima Anugerah Bunda Inklusi Inovatif

Wakili Kemenag Aceh Besar, Yasmaidar Terima Anugerah Bunda Inklusi Inovatif

Rabu (23/09/2026) - 23:18 WIB
Berjalan Kaki 10 Kilometer Setiap Hari, Andriy Anta Kacaribu Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun

Berjalan Kaki 10 Kilometer Setiap Hari, Andriy Anta Kacaribu Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun

Rabu (23/09/2026) - 23:16 WIB
Jika Tidak Ada Rekomendasi Pusat, Persip Pase Tolak Kongres PSSI Aceh

Jika Tidak Ada Rekomendasi Pusat, Persip Pase Tolak Kongres PSSI Aceh

Senin (21/09/2026) - 13:24 WIB
Menteri ESDM Setujui Rekomendasi Teknis BPMA untuk Percepatan Implementasi Permen ESDM 14/2025 di Aceh

Menteri ESDM Setujui Rekomendasi Teknis BPMA untuk Percepatan Implementasi Permen ESDM 14/2025 di Aceh

Minggu (20/09/2026) - 17:11 WIB
Rumbuk Pesisir Dorong Ekonomi Kreatif dan Suarakan Akses Wilayah Pesisir Abdya

Rumbuk Pesisir Dorong Ekonomi Kreatif dan Suarakan Akses Wilayah Pesisir Abdya

Minggu (20/09/2026) - 15:55 WIB
Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional XXXI, DPRA Apresiasi Perjuangan Kafilah di Semarang

Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional XXXI, DPRA Apresiasi Perjuangan Kafilah di Semarang

Sabtu (19/09/2026) - 23:46 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.