Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Saiful Mujani Beberkan Enam Faktor Penentu Koalisi Pilpres 2024

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (21/04/2022) - 17:08 WIB
in NASIONAL
0
Founder Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani memberikan pemaparan dalam diskusi yang bertemakan Protes Sosial dan Legimitasi Kepemimpinan Nasional yang digelar di Jakarta, Kamis (8/12).

Nahdlatul Ulama masuk dalam salah satu faktor penentu koalisi Pilpres 2024.

JAKARTA — Pendiri Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Saiful Mujani mengungkapkan bahwa enam faktor yang akan mempengaruhi koalisi pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Pertama adalah faktor ideologi partai yang saat ini terbagi menjadi dua, yakni nasionalis dan Islam.


Ia menilai, saat ini partai yang paling memiliki status sebagai partai nasionalis adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan partai yang paling berideologi Islam adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


“Sementara pemilih sendiri sikapnya cenderung nasionalis, secara nasional pemilih kita dalam spektrum Islam dan nasionalis itu cenderung nasionalis. Itu yang menjelaskan partai-partai nasionalis itu lebih laku, karena sesuai dengan sentimen mereka sendiri untuk berpolitik dalam Indonesia,” ujar Saiful dalam sebuah diskusi, Kamis (21/4/2022).


Faktor kedua adalah komunikasi antarelite partai politik. Hal ini menjadi faktor, karena ia masih melihat adanya sejumlah pimpinan partai yang memiliki friksi atau masalah akibat keputusan politik di masa lalu.


Salah satunya adalah PDIP dengan Partai Demokrat yang merupakan konflik antara Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini ketika keduanya tak pernah berada dalam satu koalisi pemerintahan, ketika keduanya memiliki masa berkuasa.


“Setahu saya Demokrat ingin bergabung dengan pemerintah, tapi nampaknya PDIP tak menerima ini. Jadi tidak mudah kan, dalam konteks itu akan mempengaruhi bagaimana koalisi akan terbentuk,” ujar Saiful.


Faktor selanjutnya adalah tiga partai besar pemilik suara terbanyak, yakni PDIP, Partai Gerindra, dan Partai Golkar. Ia melihat ketiga partai tersebut akan menjadi poros utama koalisi dalam Pilpres 2024.


Keempat adalah intensitas harus menjadi calon presiden. Intensitas tersebut paling terlihat kepada Partai Gerindra yang kemungkinan besar akan sekali lagi mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.


“Mungkin pertimbangannya adalah efek Pak Prabowo terhadap Partai Gerindra itu sendiri partai-partai lain tak sekuat Pak Prabowo. Misalnya Golkar dengan Pak Airlangga mungkin belum begitu yakin apakah maju nomor satu,” ujar Saiful.


Kelima adalah elektabilitas bakal calon presiden. Ia melihat, saat ini setidaknya ada tiga nama teratas yang memiliki elektabilitas tertinggi, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.


Faktor terakhir adalah organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Basis masyarakat nahdliyin yang besar tentu akan menjadi salah satu pertimbangan partai politik dalam koalisi untuk mengusung setidaknya tokoh NU menjadi calon wakil presiden.


Setidaknya, hal tersebutlah yang selalu menjadi faktor pertimbangan bagi PDIP dalam setiap kontestasi. Hal itu mulai terlihat ketika Megawati Soekarnoputri menggandeng Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2004.


“Di 2014 Pak Jusuf Kalla juga tokoh NU, kemudian di 2019 Pak Jokowi dengan Pak Ma’ruf Amin tokoh NU. Jadi unsur ini (NU) begitu penting akan mempengaruhi pola-pola koalisi,” ujar Saiful.


 

Sumber: Republika

Tags: Koalisi Pilpres 2024saiful mujanismrc
ShareTweetPin
Previous Post

Prancis Dukung Prioritas Kerja RI di G20

Next Post

Dituntut Seumur Hidup, Kolonel Priyanto akan Ajukan Pledoi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

Senin (20/04/2026) - 22:13 WIB
Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Senin (20/04/2026) - 22:10 WIB
Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Senin (20/04/2026) - 16:49 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Senin (20/04/2026) - 16:38 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.