BANDA ACEH – Sejumlah peserta acara Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Manajemen Seni Pertunjukan yang digelar Disbudpar Aceh di Hotel Grand Nanggroe mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka mengaku menemui hal-hal baru terkait bidang profesi yang digelutinya selama ini.
Salah seorang peserta Rahmad Yuliandra, mengatakan dirinya merasa sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini.
“Banyak hal baru yang kita temui disini. Misalnya saya, selama ini aktif di dunia EO (Event Organizer). Saya pikir selama ini langkah yang kami lakukan sudah ‘on the track’, ternyata banyak yang belum sesuai,” ujar laki-laki yang mengambil bidang Manager Panggung ini, Sabtu (12/11/2022) malam.
“Ini pengalaman yang sangat berharga,” tambah Rahmad sembari tersenyum.
Terpisah, peserta yang lain, Januar, mengatakan hal senada. Saat didaulat naik ke atas panggung memberikan testimoni kegiatan mewakili keseluruhan peserta, pimpinan Teater Kosong ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Disbudpar Aceh yang telah memberikan atensi kepada pekerja seni seperti dirinya.
“Mewakili kejujuran teman-teman, yg sudah berkarya puluhan tahun membangun kesenian baru dimasa sekarang ini, kami merasa sangat dihargai,” ujar Januar.
Kendati demikian, dia menyampaikan kegundahannya terkait jarangnya penyelenggaraan teater-teater di Aceh. Januar khawatir, sertifikat kompetensi yang dimilikinya akan sia-sia dan akhirnya tak dapat dipergunakan.
“Pesan kami disini, kepada Disbudpar Aceh yang kami anggap berkompeten dalam penyelenggaraan kesenian, hal ini harus kita pikir sama-sama, bagaimana meningkatkan intensitas penyelenggaraan event Teater ataupun kegiatan seni lainnya di masa mendatang,” ujar Januar.[]










