Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Pemerintah AS akan Hapus Tarif Impor Barang Non Strategis dari China

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (19/05/2022) - 08:31 WIB
in INTERNASIONAL
0
Jepang pada Selasa (10/5/2022) mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia.

Pemotongan tarif dapat membantu meredakan inflasi tetapi tidak akan terlalu besar.

 WASHINGTON — Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Rabu (18/5) mengatakan, pemerintah akan menghilangkan beberapa tarif impor China yang “tidak terlalu strategis”, tetapi merugikan konsumen dan bisnis di Amerika. Saat ini diskusi internal tentang perubahan tarif dalam Section 301 sedang berlangsung.


Section 301 adalah aturan yang mengatur tentang tarif impor barang-barang China, yang diberlakukan selama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. “Beberapa dari mereka (tarif), bagi saya, tampak seolah-olah lebih merugikan konsumen dan bisnis dan tidak terlalu strategis dalam arti menangani masalah nyata yang kita miliki dengan China,” kata Yellen.


Pernyataan Yellen tersebut merujuk pada praktik perdagangan yang tidak adil, masalah keamanan nasional atau kerentanan rantai pasokan. Reuters pada Selasa (17/5/2022) melaporkan secara eksklusif bahwa, Presiden AS Joe Biden harus menyelesaikan perdebatan sengit  mengenai apakah akan memotong tarif impor China, di tengah upaya pemerintah memerangi inflasi yang tinggi.


Yellen berpendapat untuk menghapus beberapa tarif impor barang dari China. Sementara Perwakilan Dagang AS Katherine Tai lebih memilih untuk mempertahankan tarif impor, yang bertujuan mengembangkan agenda perdagangan China yang lebih strategis. Termasuk melindungi lapangan pekerjaan di AS dan perilaku China di pasar global.  Pendekatan ini bahkan dapat mencakup tarif strategis baru.


Sebagian besar barang dari China yang dikenakan tarif hukuman hingga 25 persen, tidak ada hubungannya dengan tujuan penyelidikan terhadap penyalahgunaan teknologi dan kekayaan intelektual AS oleh China seperti yang tertuang dalam Section 301. Di bawah pemerintahan Trump, Washington menetapkan kenaikan tarif impor terhadap barang-barang konsumen dari sepeda hingga pakaian, setelah China membalas putaran awal penetapan tarif impor.


Beberapa ekonom bersama dengan banyak kelompok bisnis, telah mengadvokasi penurunan tarif China sebagai cara untuk membantu menurunkan inflasi tinggi. Kenaikan inflasi disebabkan oleh gangguan rantai pasokan, pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19, dan lonjakan harga pangan dan energi akibat invasi Rusia ke Ukraina. Yellen mengatakan bahwa, pemotongan tarif dapat membantu meredakan inflasi tetapi kemungkinan besar tidak akan berdampak cukup besar. 


“Jadi saya melihat kasus bukan hanya karena inflasi, tetapi karena akan ada manfaat bagi konsumen dan perusahaan dengan memotong beberapa tarif. Tapi kami sedang berdiskusi lebih lanjut,” kata Yellen.


Yellen mengatakan, dia menghormati semua pendapat dalam diskusi kebijakan tarif. “Ada berbagai kekhawatiran yang valid. Dan kami benar-benar belum menyelesaikannya, san belum mencapai kesepakatan tentang tarif tersebut,” ujarnya. 


 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: amerika serikatchinajanet yellenpenghapusan tarif barang chinatarif impor chinatarif produk china
ShareTweetPin
Previous Post

Soal KIB, Anis Matta: Sistem Presidential Lahirkan Kontradiksi

Next Post

Sejarah Hari Ini: Pesawat Egypt Air Hilang di Atas Laut Mediterania

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Bank Aceh dan Taspen Bekali ASN Jelang Pensiun Lewat Sosialisasi dan Wirausaha Pintar

Bank Aceh dan Taspen Bekali ASN Jelang Pensiun Lewat Sosialisasi dan Wirausaha Pintar

Kamis (30/07/2026) - 16:28 WIB
Efek Ketegangan Timur Tengah, Permintaan Emas di BSI Melejit

Nasabah Bullion BSI Melonjak 700 Persen, Bisnis Emas Kian Moncer

Kamis (30/07/2026) - 15:16 WIB
USK Juara Umum, Unsam Terima Estafet Tuan Rumah Peksimida 2028

USK Juara Umum, Unsam Terima Estafet Tuan Rumah Peksimida 2028

Kamis (30/07/2026) - 14:54 WIB
Mualem Dorong Hilirisasi Blok Andaman, Hashim Siap Bantu Datangkan Investor

Mualem Dorong Hilirisasi Blok Andaman, Hashim Siap Bantu Datangkan Investor

Kamis (30/07/2026) - 14:40 WIB
Prodi Kedokteran UIN Ar-Raniry Masuki Tahap Evaluasi, Izin Operasional Ditargetkan Segera Terbit

Prodi Kedokteran UIN Ar-Raniry Masuki Tahap Evaluasi, Izin Operasional Ditargetkan Segera Terbit

Kamis (30/07/2026) - 14:31 WIB
Mualem Tunjuk Wan Malaya sebagai Pj Ketua PA Nagan Raya, KPA Minta Kader Tetap Solid

Mualem Tunjuk Wan Malaya sebagai Pj Ketua PA Nagan Raya, KPA Minta Kader Tetap Solid

Rabu (29/07/2026) - 22:11 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.