Banda Aceh — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, mengajak siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh untuk membangun growth mindset atau pola pikir berkembang dalam menghadapi proses belajar, tantangan, maupun kegagalan.
Pesan tersebut disampaikan Marthunis saat memberikan tausiah Jumat kepada siswa SMAN 9 Banda Aceh, di aula sekolah tersebut, Jumat (25/9/2026), setelah kegiatan pembacaan Yasin bersama.
Dalam tausiah bertema growth mindset, Marthunis mengaitkan konsep tersebut dengan nilai-nilai keimanan. Menurutnya, iman tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus menjadi sebuah sinergi yang diwujudkan melalui ucapan, doa, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Iman menjadi dasar bagi kita dalam menentukan sikap, menghadapi berbagai keadaan, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Marthunis.
Ia menjelaskan, growth mindset juga memiliki keterkaitan erat dengan rukun iman, khususnya iman kepada kitab-kitab Allah serta iman kepada qada dan qadar.
Menurutnya, iman kepada kitab Allah mengajarkan manusia menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sekaligus mendorong untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Hal itu antara lain tercermin dalam Surah Al-’Asr yang mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dalam keimanan, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Sementara iman kepada qada dan qadar, kata Marthunis, mengajarkan seseorang menerima hasil setelah melakukan ikhtiar.
Kegagalan tidak semestinya dipandang sebagai akhir, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki langkah berikutnya.
“Jangan takut gagal. Yang penting kita terus berusaha, berdoa, mengevaluasi diri, lalu memperbaiki langkah. Hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah,” katanya.
Ia juga mendorong siswa agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam pembelajaran maupun perlombaan. Keberhasilan dapat menjadi motivasi, sedangkan kekalahan hendaknya dijadikan pengalaman untuk berkembang.
Kepala SMAN 9 Banda Aceh, Zulfikar, menyampaikan apresiasi atas tausiah tersebut. Menurutnya, pembinaan karakter dan pola pikir siswa merupakan bagian penting dalam proses pendidikan.
Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk siswa yang memiliki karakter, ketangguhan, serta kemampuan untuk terus berkembang. Dengan demikian, iman, doa, ikhtiar, dan proses belajar dapat berjalan secara beriringan.
“Kami berharap pesan yang disampaikan Pak Marthunis dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi tantangan, baik dalam belajar maupun dalam kehidupan. Siswa harus berani mencoba, tidak mudah menyerah, dan menjadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk menjadi lebih baik,” pungkas Zulfikar.[]








