Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

PBB: Perang Ukraina-Rusia Hancurkan Banyak Negara Berkembang

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (14/04/2022) - 17:51 WIB
in INTERNASIONAL
0
Seorang prajurit Ukraina berjalan di atas kendaraan tempur Rusia yang hancur di Bucha, Ukraina, Kamis, 7 April 2022. Tentara Rusia meninggalkan bangunan yang hancur, jalan-jalan yang dipenuhi dengan mobil yang hancur dan penduduk yang sangat membutuhkan makanan dan bantuan lainnya di kota Ukraina utara, memberikan bahan bakar untuk panggilan Kyiv Kamis untuk lebih banyak dukungan Barat untuk membantu menghentikan ofensif Moskow sebelum memfokuskan kembali di timur negara itu.

Perang membebani krisis pangan, energi, dan keuangan di negara-negara miskin.

PBB — Perang Rusia di Ukraina mengancam akan menghancurkan ekonomi banyak negara berkembang. Negara-negara itu sekarang menghadapi biaya makanan dan energi yang lebih tinggi dan kondisi keuangan yang semakin sulit.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan, perang membebani krisis pangan, energi, dan keuangan di negara-negara miskin. Padahal negara itu sudah berjuang untuk menangani pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan kurangnya akses ke sumber daya yang memadai dalam pendanaan untuk pemulihan ekonomi.


“Kita sekarang menghadapi badai sempurna yang mengancam akan menghancurkan ekonomi banyak negara berkembang. Sebanyak 1,7 miliar orang, sepertiga di antaranya sudah hidup dalam kemiskinan, sekarang sangat rentan terhadap gangguan dalam sistem pangan, energi, dan keuangan yang memicu peningkatan kemiskinan dan kelaparan,” kata Guterres.

Sekretaris jenderal badan PBB yang mempromosikan perdagangan dan pembangunan, Rebeca Grynspan, mengatakan, orang-orang itu tinggal di 107 negara yang memiliki paparan parah terhadap setidaknya satu dimensi krisis. Dimensi ini termasuk kenaikan harga pangan, kenaikan harga energi, dan pengetatan kondisi keuangan.

Laporan gugus tugas PBB tersebut mengatakan dunia di ambang krisis utang global. Grynspan yang mengepalai Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB menunjuk pada kegagalan pembayaran utang Sri Lanka dan negara-negara lain meminta bantuan.

Laporan terbaru PBB ini menyatakan, orang berjuang untuk membeli makanan sehat, impor sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi. Namun, beban utang serta pengetatan sumber daya membatasi kemampuan pemerintah untuk mengatasi keanehan kondisi keuangan global.

Sebanyak 69 negara, dengan populasi 1,2 miliar orang, menghadapi badai sempurna dan sangat atau signifikan terkena ketiga krisis tersebut. Total negara yang terdampak ini termasuk 25 negara di Afrika, 25 di Asia dan Pasifik, dan 19 di Amerika Latin serta Karibia.

Sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, harga sudah naik. “Namun perang telah memperburuk situasi yang buruk,” kata Guterres.

Sebanyak 36 negara bergantung pada Rusia dan Ukraina untuk lebih dari setengah impor gandum, termasuk beberapa negara termiskin di dunia. Harga gandum dan jagung telah naik 30 persen sejak awal tahun.

Selain itu, Rusia juga merupakan pengekspor gas alam terbesar di dunia dan pengekspor minyak terbesar kedua. Rusia dan negara tetangga Belarusia mengekspor sekitar 20 persen pupuk dunia.

Guterres mengatakan harga minyak telah meningkat lebih dari 60 persen selama setahun terakhir. Harga gas alam telah melonjak 50 persen dalam beberapa bulan terakhir. Sementara harga pupuk naik dua kali lipat.

Sekjen PBB meminta negara-negara untuk memastikan aliran makanan dan pupuk yang stabil melalui pasar terbuka, mencabut pembatasan ekspor, dan mengarahkan surplus dan cadangan kepada  yang membutuhkan. Tindakan itu akan membantu menjaga harga pangan dan menenangkan volatilitas di pasar makanan.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: perang hancurkan negara berkembangperang rusia ukrainarusiarusia invasi ukrainarusia serang ukrainaukraina
ShareTweetPin
Previous Post

AS Kirim Bantuan Alat Militer untuk Ukraina Senilai Rp 11,48 Triliun

Next Post

Pengacara: Ade Armando Alami Pendarahan Kantung Kemih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polresta Banda Aceh Selidiki Motif Terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK

Polisi Ungkap Kronologi Bentrokan FT-FP USK, Dua Mahasiswa Ditetapkan Tersangka

Sabtu (30/05/2026) - 15:04 WIB
Tak Pulang Kampung, Pasien Rumah Singgah BFLF Lebaran Iduladha di Banda Aceh

Tak Pulang Kampung, Pasien Rumah Singgah BFLF Lebaran Iduladha di Banda Aceh

Selasa (26/05/2026) - 19:08 WIB
Asrama Haji Aceh Terapkan One Stop Service, Jemaah Mengaku Puas

Jemaah Haji Asal Bireuen Wafat Jelang Wukuf di Arafah, Akan Dibadalhajikan

Selasa (26/05/2026) - 14:54 WIB
Motor Satpam Terbakar Saat Kericuhan, USK Beri Bantuan Dua Unit Baru

Motor Satpam Terbakar Saat Kericuhan, USK Beri Bantuan Dua Unit Baru

Senin (25/05/2026) - 23:52 WIB
Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan dan Energi dengan UEA

Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan dan Energi dengan UEA

Senin (25/05/2026) - 23:39 WIB
Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

Senin (25/05/2026) - 23:30 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.