Banda Aceh – Gedung Perpustakaan Aceh yang berada di kawasan Lamnyong, Banda Aceh sudah kembali beroperasi pasca diresmikan oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada 22 Maret 2022. Di dalam gedung sudah mulai tampak aktivitas para pengunjung.
Zulfadli, Ketua Bidang Layanan Perpustakaan mengatakan bahwa gedung tersebut belum sepenuhnya rampung dan akan terus dilakukan pembangunannya. Kendati demikian, aktivitas membaca di lantai 1, 2, dan 3 sudah mulai digunakan.
“Kemarin peresmian ini belum grand launching, kalau untuk gedungnya sendiri kita masih melanjutkan beberapa kegiatan untuk penyelesaiannya. Untuk tahun ini kita juga ada lift nanti, sekarang kan belum ada lift,” ucap Zulfadli, Jumat (8/4/2022).
Zulfadli mengatakan untuk saat ini belum semua koleksi buku yang dimiliki oleh Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Aceh tertata di dalam perpustakaan. Hal ini dikarenakan sebelumnya pada saat pemindahan sementara, sebagian buku masih berada di gudang penyimpanan. Berdasarkan data di Aplikasi Inlist Lite, Perpustakaan Aceh memiliki sekitar 620.000 eksemplar dengan 63.000 judul buku.
saat ini pelayanan peminjaman buku masih terkendala tidak sinkronnya ketersediaan buku di perpustakaan dan di Online Public Access Catalog (OPAC).
“Untuk koleksi buku memang sekarang masih nampak rak-rak yang masih kosong, itu sebenarnya saat pemindahan buku, gedung yang kita sewa sebelumnya kecil tempatnya. Memang kalau sekarang kami kasihan juga bagi pengunjung yang mencari di OPAC. Kadang-kadang bukunya ada tetapi tidak ada di rak tersebut,” ucapnya.
Gedung yang terdiri atas empat lantai ini terbagi atas lima layanan ruang baca, di antaranya ruang baca umum, ruang baca agama, ruang referensi, ruang baca remaja dan ruang baca anak. Selain itu, di halaman depan perpustakaan juga tersedia ruang terbuka yang akan digunakan untuk pergelaran seni.
“Siapa pun yang ingin melakukan kegiatan dapat menghubungi pihak perpustakaan, tinggal memasukkan surat saja nanti kita susun jadwalnya,” ujar Zulfadli.
Perpustakaan Aceh juga memilki unit layanan pustaka keliling yang beroperasi setiap hari Sabtu dan Minggu di beberapa titik seperti, Blang Padang, Stadion Harapan Bangsa, dan Gelanggang Universitas Syiah Kuala.
“Pustaka keliling sudah ada lama. Biasanya dengan mobil, totalnya ada tujuh armada dan setiap Sabtu-Minggu ada di titik-titik tertentu. Kalau di Kabupaten/Kota ada juga pustaka keliling, menurut permintaan ke daerah-daerah tertentu,” ucapnya.
Lisa Siska Dewi, Sub Koordinator Layanan Perpustakaan mengatakan anggota perpustakaan berjumlah sekitar 32.000 orang. Perpustakaan Aceh memberikan akses pembuatan kartu anggota secara gratis tanpa batasan usia. Untuk pengunjung yang ingin meminjam buku memiliki batas peminjaman selama dua minggu.
“Saat ini kita tidak ada berbayar. Untuk peminjam buku yang telat mengembalikan, kita tidak ada denda dalam bentuk uang melainkan dispensasi, misalnya satu hari dia telat maka satu hari tidak bisa meminjam buku,” ucapnya.
Perpustakaan Aceh buka dari Senin hingga Minggu pukul 08.30 WIB sampai 16.45 WIB. Namun, khusus bulan Ramadan hanya buka hingga pukul 15.00 WIB. Layanan adminitrasi dibuka sesuai jam operasional kantor. Sedangkan untuk aktivitas pelayanan umum (selain admintrasi) dibuka Sabtu hingga Minggu tanpa jeda jam istirahat.










