Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi tidak hanya berdampak buruk pada peternak sapi itu sendiri, namun juga berimbas pada pedagang daging sapi di saat Meugang Idul Adha. Pedagang daging sapi di Pasar Induk Lambaro mengeluh, pasalnya penjualan daging sapi menjelang megang hari raya Idul Adha tahun ini menurun.
Seorang bapak-bapak berpeci putih dan bebaju kemeja kotak-kotak ini tersenyum saat ditanya mengenai dagangannya. Walaupun kurang laku namun ia tetap bersyukur dan berharap PMK segera dapat ditangani oleh pemerintah. (Lensakita.com/Mardili)
Pedagang yang mengiris daging sapi dagangannya yang kurang laku dikarenakan banyak kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi ternak mereka. (Lensakita.com/Mardili)
Seorang pedagang daging sapi yang sedang memotong daging untuk pembeli. Ia memotong beberapa bagian dari daging yang digantun dilapak penjualannya selama megang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. (Lensakita.com/Mardili)
Suasana pasar daging di Lambaro. Terlihat beberapa orang pembeli sedang melihat tumpukan daging dan tulang-tulang sapi yang dijual ditengah kasus PMK yang menyerang sapi ternak masyarakat Aceh. (Lensakita.com/Mardili)
Beberapa ibu rumah tangga yang sedang melihat daging sapi segar untuk dibeli. Kasus PMK menjadikan masyarakat untuk memilih daging yang lebih segar dan sehat untuk di konsumsi. (Lensakita.com/Mardili)
Pedagang daging sapi yang memasukkan daging dalam plastik untuk diberikan kepada pembeli. Infeksi PMK tidak membuat semua masyarakat tidak membeli daging sapi, namun masyarakat juga berharap kasus PMK ini tidak terjadi lagi di tahun-tahun yang akan datang terutama hari-hari penting seperti hari megang dan lebaran. (Lensakita.com/Mardili)
Muhammad seorang pedagang daging sapi mengatakan, megang kali ini sangat sepi pembeli, PMK menjadi sebab hal itu terjadi. (Lensakita.com/Mardili)