Banda Aceh – Menjelang sore, Senin (1/8/2022) sejumlah nelayan mulai berjalan menuju sebuah perahu yang berada di pesisir pantai Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, Aceh. Para nelayan tersebut mendorong perahu menuju laut lepas untuk disauhkan secara melingkar, kedua ujung talinya tetap berada di bibir pantai.
Para nelayan dibagi atas 2 kelompok yang akan menarik tali pukat dan masing-masing kelompok biasanya terdiri dari 6-8 orang. Kegiatan tarik pukat ini rutin dilakukan setiap hari kecuali hari jum’at. Jika cuaca mendukung, maka dalam sehari para nelayan akan melakukan tarek pukat 2 kali sehari, yakni pagi dan sore.
Tarek (Tarik) pukat merupakan tradisi para nelayan di sepanjang pesisir pantai Aceh. Tradisi ini sudah dikenal sejak masa Kesultanan Aceh pada abad ke-16.
Ikan hasil tarik pukat ini kemudian dibagi rata dan dijual di pondok yang berada tidak jauh dari pantai.
Tarek Pukat ini sendiri memiliki makna sikap gotong royong dan semangat kebersamaan masyarakat Aceh.
















