Banda Aceh — Garudayaksa FC menatap laga tandang kontra Persiraja Banda Aceh dengan optimisme tinggi dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/26. Pertandingan akan digelar di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Minggu malam (19/4/2026).
Dalam jumpa pers, Sabtu (18/4/2026), pelatih kepala Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, menyebut persiapan timnya berjalan baik dan menargetkan hasil maksimal.
“Persiapan kami cukup bagus dan mudah-mudahan besok bisa menjadi hal terbaik buat kami, sehingga kami bisa memperoleh hasil yang maksimal,” kata Widodo.
Ia menegaskan, timnya datang dengan ambisi yang sama seperti tim lain, yakni meraih kemenangan. Namun demikian, Widodo tetap menaruh respek terhadap kekuatan Persiraja yang dinilai tengah dalam tren produktif.
“Kami berharap bisa menghasilkan yang terbaik, yaitu kemenangan. Tapi kami respek dengan Persiraja. Tim ini produktivitasnya sangat tinggi, di mana dua pertandingan terakhir mereka bisa mencetak lima gol,” ujarnya.
Widodo juga mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai seluruh pemain Persiraja, khususnya gelandang andalan, Fitra Ridwan, yang dinilai memiliki peran penting dalam permainan tim tuan rumah.
“Fitra Ridwan salah satu kunci kemenangan Persiraja. Dia bisa menguasai bola dan melakukan shooting jarak jauh. Tapi bukan hanya dia, semua pemain harus kita waspadai,” tegasnya.
Sementara itu, kapten Garudayaksa FC, Andik Vermansah, memastikan kondisi tim dalam keadaan siap tempur dan memiliki motivasi tinggi untuk meraih poin penuh.
“Alhamdulillah semua dalam kondisi siap main besok. Kami punya motivasi sangat tinggi, di sisa laga ini kami ingin memberikan yang terbaik dan berharap selalu mendapatkan poin maksimal,” ujar Andik.
Andik juga mengaku memiliki kenangan tersendiri saat kembali ke Banda Aceh. Namun, ia menegaskan akan tetap bersikap profesional dalam pertandingan nanti.
“Datang ke sini tentu ada kenangan manis. Tapi bagaimanapun saya harus profesional. Sepak bola itu soal rezeki, bisa jadi tahun ini atau tahun depan. Yang penting saya terus berkarier dan bisa menjadi contoh bagi adik-adik,” tuturnya.
Ia menambahkan, kesempatan kembali ke Banda Aceh kali ini menjadi momen berharga setelah sebelumnya absen pada putaran pertama karena kondisi kesehatan.
“Alhamdulillah sekarang bisa datang ke sini dan kembali menabur kenangan,” kata Andik.[]










