Gayo Lues- Satu individu Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berjenis kelamin betina dengan berat Badan sekitar 47 Kg terkena jerat babi hutan di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) Desa Sangir, Dabun Gelang, Gayo Lues.
Saat tim FKL, BKSDA, KPH5, Polres dan WCS mengevakuasi pada Jumat (11/8/2022) ditemukan jerat babi hutan mengenai kaki bagian belakang harimau yang diberi nama Putri Reko tersebut. Diperkirakan harimau itu sudah terjerat selama tiga hari.
Ketua FKL wilayah Gayo Lues-Aceh Tenggara, Faisal Selian mengatakan saat ini harimau berumur 4-5 tahun tersebut sedang dirawat di Kantor TNGL, Blangkejeren, Dusun Blewer.
“Kesehatan kita pantau terus dan setelah sehat akan kita lepas liarkan,” ujar Faisal.
Faisal berharap masyarakat berhenti melakukan perburuan satwa seperti rusa, babi, kijang, kambing hutan dan lain-lain. Sebab menurutnya perburuan yang masif terhadap hewan-hewan tersebut menyebabkan harimau turun ke perkampungan.
“Jika satwa-satwa mangsa masih diburu, harimau akan turun ke kampung untuk mencari pakan ternak warga karena mangsanya telah banyak berkurang akibat perburuan tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melepas ternak di areal hutan dan mengandangkan ternaknya menggunakan kawat berduri.
Berdasarkan identifikasi oleh tim medis, harimau tersebut mengalami infeksi di bagian belakang kaki kiri yang menyebabkan kelumpuhan.
“Perlu dilakukan obervasi lanjutan untuk memastikan kelumpuhan tersebut bersifat permananen atau temporer, sebab kakinya belum bisa bergerak optimal karena ada gangguan sistem sirkulasi dan motorik syaraf,” ujar Kepala BKSDA Agus Arianto.








