Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Menhan Rusia Sebut Ukraina Kehabisan Senjata

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (16/08/2023) - 00:34 WIB
in INTERNASIONAL
0
Tentara Ukraina menembakkan senjata antipesawat ke posisi dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina timur,  Sabtu (4/2/2023), di tengah invasi Rusia. Prajurit Ukraina telah memasang senjata anti-pesawat S-60 era Soviet di truk untuk mobilitas dan kinerja pertempuran yang lebih baik. Kota garis depan Bakhmut, target utama pasukan Rusia, telah mengalami pertempuran sengit selama berbulan-bulan.

#image_title

MOSKOW — Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan kepada para pejabat pada Selasa (15/8/2023), bahwa kemampuan Ukraina untuk bertempur telah hampir habis. Dan ia mengatakan bahwa perang telah mengekspos kerentanan pada sistem persenjataan Barat yang akan segera dibagikan oleh Moskow.


Perang telah menimbulkan kehancuran di wilayah timur dan selatan Ukraina, menewaskan atau melukai ratusan ribu orang dan memicu keretakan terbesar dalam hubungan Rusia dengan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.


Ukraina dan Barat menuduh Rusia melakukan kejahatan perang dan menganggap invasi Moskow sebagai perampasan tanah ala kekaisaran. Sementara Kremlin menganggap konflik ini sebagai pertempuran eksistensial dengan Barat yang ingin memecah belah Rusia.


Berbicara dalam sebuah konferensi keamanan di Moskow yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Cina Li Shangfu, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan bahwa konflik ini merupakan ujian serius bagi Rusia. “Dalam operasi militer khusus ini, tentara Rusia telah mematahkan banyak mitos tentang keunggulan standar militer Barat,” kata Shoigu dalam sebuah pidato.


“Hasil awal dari operasi tempur menunjukkan bahwa sumber daya militer Ukraina hampir habis,” kata Shoigu, salah satu sekutu terkuat Presiden Vladimir Putin ini. Walau dia tidak memberikan bukti terperinci demi mendukung pernyataannya.


Barat menganggap perang ini sebagai kesalahan strategis terbesar Moskow sejak invasi Soviet ke Afghanistan tahun 1979. Pemimpin Barat mengatakan bahwa mereka ingin mengalahkan Rusia di medan perang Ukraina. 


Padahal, kata dia, Serangan balasan Ukraina sejauh ini gagal menghasilkan keberhasilan teritorial yang besar. Rusia mengatakan bahwa mereka akan mencapai semua tujuannya di Ukraina, yang mereka anggap sebagai boneka Barat. 


Rusia telah berulang kali mengindikasikan bahwa mereka siap untuk berperang dalam waktu yang lama dan telah menempatkan sebagian besar ekonominya yang bernilai 2 triliun dolar AS untuk berperang. Menhan Shoigu mengatakan bahwa dia akan berbagi rincian tentang kelemahan senjata Barat dan tidak ada yang kebal.


“Kami memiliki data tentang penghancuran tank Jerman, kendaraan lapis baja Amerika, rudal Inggris, dan sistem persenjataan lainnya,” katanya. “Kami siap untuk berbagi penilaian kami dengan mitra kami.”


Shoigu menuduh Ukraina berulang kali menggunakan infrastruktur sipil untuk menyembunyikan tentara dan peralatan militer berat dan bahwa Kiev telah menembaki pemukiman sipil di Ukraina timur yang dikuasai Rusia. Ukraina, katanya, telah menggunakan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam sebagai kedok untuk membangun gudang senjata dan amunisi di Odesa dan pelabuhan-pelabuhan lainnya. Ukraina telah berulang kali membantah menggunakan infrastruktur sipil untuk tujuan militer dan menyangkal adanya penargetan warga sipil.


Dalam pernyataan yang ditujukan kepada Cina, Shoigu mengatakan bahwa Barat sengaja memicu situasi di sekitar Taiwan, dan membandingkan situasinya dengan perang Ukraina. “Dalam kondisi seperti ini, hubungan bilateral antara Rusia dan Cina telah melampaui tingkat hubungan strategis dalam segala hal, menjadi lebih dari sekadar sekutu,” kata Shoigu.


 


 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: perang rusia ukrainarusiasenjata ukrainaukrainaukraina kehabisan senjata
ShareTweetPin
Previous Post

PSM UNDIP Raih Prestasi Gemilang Ajang Taipei International Choral Competition 2023

Next Post

Gubernur: Jatim Provinsi dengan Siswa Terbanyak Diterima PTN 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
jemaah haji 2023

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Jemaah, Fasilitas Hampir Rampung 98 Persen

Selasa (21/04/2026) - 15:33 WIB
Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.