Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

MaTA Harap Kapolda Aceh Baru Tuntaskan Kasus Korupsi Beasiswa dan Wastafel

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (06/07/2026) - 11:21 WIB
in DAERAH
0
Alfian, Koordinator MaTA

Alfian, Koordinator MaTA (Missanur Refasesa/Lensakita.com)

Banda Aceh – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) berharap Kapolda Aceh yang baru, Irjen Pol Ruddi Setiawan, menjadikan penyelesaian sejumlah kasus dugaan korupsi yang telah lama bergulir sebagai prioritas penegakan hukum di Aceh.

Koordinator MaTA, Alfian, mengatakan publik kembali menaruh harapan kepada pimpinan baru Polda Aceh untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi beasiswa dan pengadaan wastafel yang hingga kini belum memiliki kepastian hukum.

Menurutnya, kedua perkara tersebut telah berlangsung cukup lama, kerugian negara telah teridentifikasi, serta menjadi perhatian luas masyarakat. Namun hingga kini, penyelesaiannya belum juga tuntas meski telah terjadi pergantian enam Kapolda Aceh.

“Kapolda baru menjadi harapan publik yang berulang atas penyelesaian kasus korupsi beasiswa dan wastafel. Mengingat kasusnya sudah sangat lama, kerugian negara sudah ada, menjadi atensi publik, dan sudah enam jenderal yang menjabat sebagai Kapolda Aceh belum mampu memberikan kepastian hukum. Kini Kapolda yang baru menjadi jenderal ketujuh, sehingga kami berharap penyelesaian kasus tersebut menjadi prioritas,” kata Alfian, Senin (6/7/2026).

Ia menegaskan, penyelesaian perkara tersebut penting agar para pelaku korupsi memperoleh pertanggungjawaban hukum sesuai perbuatannya. Selain menyebabkan kerugian negara, menurutnya, dampak sosial yang ditimbulkan juga sangat besar bagi masyarakat.

“Kami berharap kepastian hukum terhadap pelaku korupsi dapat berjalan dan ada pertanggungjawaban hukum atas perbuatan yang telah dilakukan, karena kerugian secara sosial juga sangat besar dampaknya,” ujarnya.

Alfian menilai, pergantian pimpinan di Polda Aceh selama ini selalu diiringi harapan baru dari masyarakat. Namun, harapan tersebut belum membuahkan hasil yang nyata sehingga memunculkan persepsi negatif di tengah publik.

“Harapan demi harapan terus berulang setiap kali terjadi pergantian pucuk pimpinan Polda Aceh, tetapi belum terwujud. Akibatnya, publik merasa kasus korupsi seolah menjadi mainan aparat penegak hukum. Padahal korupsi merupakan kejahatan luar biasa dan negara berkewajiban menuntaskannya,” katanya.

Karena itu, MaTA berharap Kapolda Aceh yang baru memberikan perhatian penuh terhadap penyelesaian perkara-perkara korupsi yang hingga kini masih mangkrak.

Selain persoalan korupsi, MaTA juga meminta Kapolda Aceh memberi perhatian serius terhadap praktik pertambangan tanpa izin (PETI) yang disebut telah merusak kawasan hutan di sejumlah wilayah Aceh.

Alfian menyebut aktivitas tambang ilegal masih berlangsung di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie; Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar; Kecamatan Sungai Mas dan Pantai Cermin, Kabupaten Aceh Barat; serta Kecamatan Beutong dan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

“Akibatnya kawasan hutan Aceh rusak dan memberikan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat Aceh secara berkelanjutan,” ujar Alfian.

Ia berharap kepemimpinan baru di Polda Aceh tidak hanya menghadirkan harapan, tetapi juga mampu menunjukkan komitmen nyata melalui penegakan hukum yang tegas.

“Harapan yang selama ini terus disampaikan kepada Kapolda Aceh jangan hanya menjadi harapan semata. Penegakan hukum dan kepastian hukum harus menjadi bukti bahwa negara masih memiliki aparat yang berintegritas dan memiliki kemauan untuk memenuhi harapan rakyat Aceh,” pungkasnya.[]

Tags: Alfiankapolda acehkasus korupsiMataPETI
ShareTweetPin
Previous Post

Rakernas Haji 2026, Wamenhaj Tekankan Integritas dan Pelayanan Berorientasi Jemaah

Next Post

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda 2026 Ajang Pemetaan Bakat dan Karakter Murid Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Hikayat Dangderia Kembali Dipentaskan di Abdya, Upaya Menghidupkan Sastra Lisan Aceh

Hikayat Dangderia Kembali Dipentaskan di Abdya, Upaya Menghidupkan Sastra Lisan Aceh

Rabu (15/07/2026) - 14:43 WIB
Kemenag Aceh Dorong Madrasah Jadikan Matamuda Fondasi Pembinaan Karakter

Kemenag Aceh Dorong Madrasah Jadikan Matamuda Fondasi Pembinaan Karakter

Senin (13/07/2026) - 16:19 WIB
Hari Pertama Matamuda, Kemenag Aceh Besar Ingatkan Larangan Perpeloncoan di Madrasah

Hari Pertama Matamuda, Kemenag Aceh Besar Ingatkan Larangan Perpeloncoan di Madrasah

Senin (13/07/2026) - 16:13 WIB
LPS Klaim Penjaminan Simpanan di Aceh Capai Rp46,79 Miliar

LPS Klaim Penjaminan Simpanan di Aceh Capai Rp46,79 Miliar

Senin (13/07/2026) - 16:07 WIB
Wali Kota Sabang Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Wali Kota Sabang Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Minggu (12/07/2026) - 16:54 WIB
PSSI Aceh Gratiskan Tiket Nonton Piala Soeratin U-17 hingga Final

PSSI Aceh Gratiskan Tiket Nonton Piala Soeratin U-17 hingga Final

Minggu (12/07/2026) - 16:52 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.