Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home KAMPUS

Mahasiswa USK Ikuti Student Exchange ke Thailand

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (06/04/2026) - 18:58 WIB
in KAMPUS
0
Mahasiswa USK Ikuti Student Exchange ke Thailand

Mahasiswa USK Ikuti Student Exchange ke Thailand. Foto: Ist

Banda Aceh – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) pelepasan delegasi mahasiswa untuk mengikuti Equity World Class University Student Exchange Program 2026 pada Senin (6/4/2026).

Para delegasi akan menjalani pendidikan singkat di King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Bangkok, Thailand, pada 6–10 April 2026. Prof. Viroon Kamchoon dan Dr. Yuliana merupakan tim mitra dari KMITL.

Program ini mengangkat tema “Transboundary Resilience and Sustainable Infrastructure between USK & KMITL”, yang berfokus pada penguatan ketahanan lintas batas serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan di kawasan rawan bencana.

Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi administrasi dan wawancara. Mahasiswa yang dinyatakan lolos berasal dari tiga program studi.

Dari Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan, peserta yang terpilih yakni Putri Azhari, Raihana Ulfa, Mina Shafira, Imam Maulana, dan Nadia Maharani. Sementara dari Program Studi Teknik Sipil, mahasiswa yang lolos yaitu Ahmad Fadhilla, Pocut Radifah Syazwina, Bintang Haris Boenien, Salwa Fitria Ibrahim dan Muhammad Faizil.

Adapun dari Program Studi Ilmu Kelautan, peserta yang diterima yakni Kezia Emmanuella Wijaya, Siti Hijrah Happy Akasi, Rifan Nurdiantara, M. Abrar Azizi, dan Hanisyah.

Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc, mengatakan bahwa program ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan global mahasiswa, khususnya dalam isu kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan.

“Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana ketahanan lintas wilayah dapat dibangun melalui kolaborasi internasional, serta bagaimana infrastruktur berkelanjutan menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ir. Yunita Idris, S.T., M.Eng.Structure., IPM selaku Program Coordinator menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dalam ruang kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara.

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memahami praktik nyata bagaimana konsep ketahanan dan infrastruktur berkelanjutan diterapkan di konteks internasional,” jelasnya.

Salah satu peserta, Imam Maulana, mengaku bersyukur dapat terpilih dalam program tersebut. Ia menilai kesempatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga untuk mengembangkan kapasitas diri.

“Program ini bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga bagaimana kami membawa perspektif Aceh ke tingkat global, khususnya dalam isu kebencanaan dan ketahanan masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan peserta dari Program Studi Ilmu Kelautan, Siti Hijrah Happy Akasi, yang melihat program ini sebagai peluang untuk memperluas pengalaman akademik dan jejaring internasional dan di bidang kelautan.

“Kami berharap dapat belajar banyak dari pengalaman di Thailand, terutama terkait pengelolaan wilayah pesisir dan ketahanan terhadap bencana, yang relevan dengan kondisi di Aceh,” ujarnya.

Selama lima hari pelaksanaan di Bangkok, mahasiswa akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari diskusi akademik, pertukaran pengetahuan, hingga kunjungan lapangan yang relevan dengan tema program.

Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara USK dan KMITL dalam bidang pendidikan, riset, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat internasional. Turut menyertai sebagai student chair session Nurlita Putri Anggraini, S.Si, M. Si dan invited speaker Prof Ella Meilianda serta Dr. Dedy Alfian.[]

Tags: acehusk
ShareTweetPin
Previous Post

Anggota DPRA Minta Usulan Reses Diakomodir, Soroti Transparansi Pokir

Next Post

Interupsi di Paripurna, Anggota DPRA Minta Audiensi Langsung dengan Mualem Tanpa Pimpinan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Jumat (17/04/2026) - 18:10 WIB
jemaah haji 2023

Ini Desain Gelang Jemaah Haji 2026, Dilengkapi Nomor Paspor hingga Kloter

Jumat (17/04/2026) - 17:55 WIB
Pasutri di Banda Aceh Tampung Motor Curian, Polisi Tangkap Pelaku dan 9 Barang Bukti

Pasutri di Banda Aceh Tampung Motor Curian, Polisi Tangkap Pelaku dan 9 Barang Bukti

Jumat (17/04/2026) - 16:00 WIB
Berikut Biaya Perjalanan Haji 2025 untuk Jemaah Aceh

Bereh, Dua Madrasah di Banda Aceh Masuk Daftar Top 100 Sekolah Terbaik 2026

Jumat (17/04/2026) - 15:50 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.