Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Kuasa Hukum Pedagang Pasar Bogor Angkat Bicara Terkait Kasus Pengeroyokan

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (22/04/2022) - 21:59 WIB
in NASIONAL
0
Pengeroyokan (ilustrasi)

Kasus kembali mencuat lantaran keluarga Ujang Sarjana memohon kepada Presiden Jokowi.

BOGOR — Tim Kuasa Hukum Ujang Sarjana, pedagang buah di Pasar Bogor, angkat bicara soal kronologi kejadian pengeroyokan yang terjadi pada 26 November 2021. Kasus tersebut kembali mencuat lantaran pihak keluarga Ujang Sarjana memohon kepada Presiden Jokowi agar Ujang dibebaskan, ketika bertemu Presiden di Pasar Bogor, Rabu (21/4/2022).

Salah seorang Kuasa Hukum, Emiral Rangga Tranggono menjelaskan, pada saat kejadian 26 November 2021 dini hari, Ujang Sarjana dan keluarganya berjualan di Pasar Bogor. Kemudian, datang tiga orang yang diduga sebagai oknum preman bernama Jupri, Andriansyah dan Ade Komeng bermaksud membagi-bagikan minuman kepada para pedagang.

“Yang mana minuman tersebut harus dibayar oleh pedagang dengan harga yang tidak wajar. Jika menolak, oknum preman tersebut mengancam akan membacok para pedagang dengan mengeluarkan sebilah golok,” kata Emiral kepada awak media, Jumat (22/4/2022).

Melihat hal tersebut, sambung dia, kliennya menegur oknum preman tersebut yang mana justru membuat oknum preman tersulut emosinya dan terjadilah cekcok mulut. Kemudian, oknum preman bernama Jupri tersebut hendak menyerang Ujang dengan golok.

“Namun dihalang-halangi oleh pihak keluarga Ujang Sarjana dan para pedagang lain, melihat kalah jumlah oknum preman tersebut mundur menjauh,” jelasnya.

Keesokan harinya atas kegaduhan yang terjadi Babinmas dan Ketua RT mempertemukan Ujang dan oknum preman. Emiral mengungkapkan, tiba-tiba oknum preman yang bernama Andriansyah menyodorkan hasil rontgent dan meminta ganti rugi sebesar Rp 1,3 juta. Namun, keluarga Ujang menolak karena merasa tidak melakukan pemukulan terhadap Andriansyah.


“Pada tanggal 17 Januari 2022 Ujang Sarjana dihampiri oleh Tim Polsek Bogor Tengah yang bermaksud mengajak mengobrol. Namun kemudian menggiring Ujang ke Polsek Bogor Tengah dan Ujang ditahan hingga sekarang,” kata Emiral.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kasus Ujang saat ini sudah masuk dalam tahap persidangan pada Pengadilan Negeri Bogor dengan agenda putusan sela pada 28 April 2022. Pihaknya pun menghargai proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

Namun karena berita Ujang Sarjana kembali mencuat sehingga tim kuasa hukum merasa memiliki kewajiban untuk menerangkan fakta-fakta yang sebenarnya. “Tim kuasa hukum percaya bahwa meski kebenaran berjalan dalam kegelapan pasti akan menemukan jalannya,” kata Emiral.

Sumber: Republika

Tags: Kasus Pengeroyokan PasarPengeroyokan di PasarPengeroyokan Pedagang Pasar
ShareTweetPin
Previous Post

Pekan Depan, Inggris Kembali Buka Kedutaan di Kiev

Next Post

Polisi: Tidak Ada Kriminalisasi Terkait Curhat Warga Ditahan Akibat Pungli di Bogor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Rabu (10/06/2026) - 12:35 WIB
Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Selasa (09/06/2026) - 21:14 WIB
Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Selasa (09/06/2026) - 21:11 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.