Rabu, April 22, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

KECELE, Film Pendek Kampanyekan Cegah Perkawinan Anak

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (07/04/2022) - 21:13 WIB
in NASIONAL
0
Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini (kanan) bersama Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat launching film pendek

Film KECELE diharapkan bisa mencegah perkawinan anak yang masih cukup tinggi.

JAKARTA — Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan film pendek berjudul ‘KECELE’ sebagai media untuk mengampanyekan bahaya perkawinan anak. Film ini diharapkan bisa mencegah terjadinya perkawinan anak yang masih cukup tinggi di Indonesia.


Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini mengatakan, film berdurasi sekitar 13 menit tersebut merupakan kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Kami terus menerus mengampanyekan bahaya perkawinan anak. Salah satunya, lewat film pendek berjudul ‘KECELE’ ini. Mudah-mudahan film ini disenangi dan menginspirasi film-film selanjutnya,” kata Anggia di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis (7/4).


Anggia mengaku merasa miris terhadap banyaknya kasus perkawinan anak yang masih tetap terjadi dan terungkap di media sosial. “Kita bisa lihat di media sosial, di desa, dan di sejumlah wilayah, kasus nikah muda banyak sekali terjadi. Film ini adalah salah satu counter,” ujar Anggia.


Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini menepis asumsi yang beredar di tengah masyarakat mengenai perkawinan anak yang dianggap sebagai solusi terbaik untuk menjauhi praktik zina. Secara tegas, Anggia menyatakan, perbuatan zina memang tidak diperbolehkan. 


Namun, kata dia, menikah saat masih anak-anak bukanlah solusi untuk menghindari zina karena hal tersebut justru memiliki dampak negatif yang besar. Di antaranya risiko tingginya angka kematian ibu dan anak, penularan infeksi menular seksual, serta peningkatan kekerasan terhadap perempuan.


“Banyak yang bilang perkawinan anak lebih baik daripada terjerembap ke dalam perzinahan. Ini saya nyatakan tidak sepenuhnya benar. Oke, berzina memang tidak boleh, titik. Tapi, bukan berarti perkawinan anak menjadi solusinya karena memang bahayanya sangat besar,” jelasnya.


Menurut Anggia, menikah bukan hanya berarti menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, melainkan berkaitan dengan kemampuan sepasang suami istri untuk membangun nilai yang bisa diterima oleh anak-anaknya sebagai fondasi dalam menatap masa depan.


Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengapresiasi upaya Fatayat NU untuk mengampanyekan bahaya perkawinan anak melalui berbagai cara kreatif, seperti membuat film pendek ‘KECELE’. “Filmnya sangat mengena. Saya terenyuh dan terkejut setelah melihat film ‘KECELE’ ini. Pesan-pesannya bisa disampaikan dengan bahasa yang sederhana, lugas, dan alami,” kata Hasto.


Ia mengatakan, BKKBN mengucapkan terima kasih atas upaya kreatif Fatayat NU tersebut. “BKKBN berterima kasih sekali kepada Bu Anggia dan Fatayat NU yang sudah lebih kreatif. Mungkin suatu saat, bisa dimasukkan pesan biologis, tapi dengan gaya bahasa yang jenaka dan ringan. Misalnya, kenapa nikah muda tidak boleh, ya karena pinggul anak-anak kurang dari 10 sentimeter (cm), padahal lingkar kepala bayi itu lebih dari 10 cm,” ujar Hasto.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: bkkbncegah perkawinan anakfatayat nufilm kecelefilm pendekfilm pendek keceleperkawinan anak
ShareTweetPin
Previous Post

Selamat! Leo Lelis Resmi Berseragam Persebaya

Next Post

Pemkot Jakpus Targetkan 5.000 Warung Jadi Penyalur Sembako Murah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Selasa (21/04/2026) - 22:10 WIB
Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Selasa (21/04/2026) - 22:08 WIB
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Selasa (21/04/2026) - 22:04 WIB
Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.