Jumat, November 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (04/11/2026) - 22:52 WIB
in DAERAH
0
LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Direktur LBH Banda Aceh, Aulianda Wafisa. Foto: (dok. LBH Banda Aceh)

Banda Aceh – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Aulianda Wafisa, mengecam penembakan terhadap warga saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026).

Aulianda menilai peristiwa tersebut merupakan bentuk kekerasan yang berulang terhadap masyarakat sipil. Menurutnya, tindakan represif aparat, khususnya TNI, telah terjadi sejak awal bencana ketika warga menyampaikan pandangan politik terkait pengibaran bendera.

“Yang pertama, saya pikir ini kejadian yang berulang. Sejak awal-awal bencana kemarin, tentara mulai agresif, represif, melakukan tindakan kekerasan terhadap warga yang mengekspresikan pandangan politiknya terkait dengan bendera. Ini direspons dengan kekerasan,” kata Aulianda.

Ia mengatakan, tindakan kekerasan terhadap warga juga terjadi dalam sejumlah perayaan Maulid sebelumnya. Salah satunya di Laweung, Pidie. Namun, hingga kini, menurutnya, belum ada pelaku kekerasan dalam peristiwa-peristiwa tersebut yang diproses secara hukum.

“Ini sama sekali tidak mencerminkan negara hukum. Sejak saat itu hingga saat ini, karena kejadian yang berulang di beberapa perayaan Maulid, terakhir di Laweung, Pidie, ada kekerasan ke warga. Dan yang terbaru di Tiro, Pidie, saya pikir sampai sekarang belum ada satu pun pelaku tindak kekerasan itu yang diproses secara hukum,” ujarnya.

Aulianda menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan di lapangan tidak lagi berpijak pada prinsip negara hukum, melainkan cenderung didasarkan pada kepentingan politik penguasa.

Ia juga menyebut situasi tersebut sebagai gambaran menguatnya militerisme di Indonesia. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam ruang-ruang sipil dan politik berpotensi memunculkan praktik kekerasan terhadap masyarakat.

“Saya pikir, karena tindakan ini berulang dan secara umum Indonesia juga sedang dalam keadaan darurat militerisme, ini sebetulnya bentuk paling sempurna dari militerisme itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan militer dalam ruang sipil dan politik turut memengaruhi praktik di lapangan, termasuk penggunaan pendekatan kekerasan terhadap warga.

“Secara politik, TNI dalam hal ini sudah masuk ke ruang-ruang sipil, ke ruang-ruang politik. Hingga pada akhirnya, kita rasakan sendiri praktik di lapangan juga menggunakan karakter khas tentara dalam melakukan kekerasan terhadap warga. Ini memang tidak mencerminkan situasi demokrasi yang menggembirakan,” ungkapnya.

Terkait jumlah korban dalam penembakan di Pulo Kenari, Aulianda menyebut LBH Banda Aceh menerima informasi adanya satu orang meninggal dunia dan beberapa warga lainnya mengalami luka-luka.

Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan jumlah keseluruhan korban karena informasi yang diterima dari lapangan masih simpang siur dan belum terkonfirmasi.

“Ya, kami dengar memang ada satu orang korban jiwa meninggal akibat peristiwa penembakan itu. Beberapa orang luka-luka dan saat ini masih dirawat di rumah sakit. Namun, secara angka masih simpang siur. Kita belum mengonfirmasi berapa orang sebetulnya,” jelasnya.

Menurut Aulianda, seluruh dugaan tindakan kekerasan tersebut harus diusut melalui proses hukum. Ia meminta aparat penegak hukum menelusuri dan menyelidiki pihak-pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan unsur komando.

Ia menegaskan pemeriksaan tidak boleh hanya menyasar petugas yang berada di lapangan, tetapi juga komandan dan pimpinan yang mengerahkan pasukan dalam operasi tersebut.

“Jadi, semua jajaran harus diperiksa, bukan hanya petugas lapangan. Komandan-komandan dan panglima-panglima yang mengerahkan pasukan untuk operasi tadi, sehingga terjadi penembakan, semuanya harus diperiksa,” tegasnya.

Aulianda mengatakan, apabila dalam penyelidikan ditemukan adanya perintah untuk melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses melalui pengadilan.

“Kalau memang ternyata terbukti ada perintah untuk melakukan tindakan kekerasan hingga meninggalnya orang, saya pikir semua jajaran itu harus diperiksa di pengadilan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut harus dilakukan melalui peradilan sipil dengan merujuk pada putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tentu, ini harus diperiksa di pengadilan sipil karena sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi yang baru tentang ini,” katanya.[]

Tags: acehLBH Banda AcehMaulid NabiPenembakan TiroPidiewarga ditembak
ShareTweetPin
Previous Post

Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Next Post

Menko Yusril Prihatin atas Peristiwa di Pidie, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyelidikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Kamis (05/11/2026) - 22:23 WIB
Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Kamis (05/11/2026) - 22:17 WIB
Menko Yusril Tegaskan Penyadapan Ilegal Bisa Dijerat Pidana

Menko Yusril Prihatin atas Peristiwa di Pidie, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyelidikan

Kamis (05/11/2026) - 16:04 WIB
LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Rabu (04/11/2026) - 22:52 WIB
Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Rabu (04/11/2026) - 22:13 WIB
Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Rabu (04/11/2026) - 22:03 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.